Terjadi Kejutan di Monte Carlo Masters: Daniel Evans Singkirkan Novak Djokovic

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novak Djokovic. REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake

    Novak Djokovic. REUTERS/Asanka Brendon Ratnayake

    TEMPO.CO, Jakarta - Petenis non-unggulan asal Inggris Daniel Evans secara mengejutkan mampu mengalahkan petenis unggulan teratas Novak Djokovic dalam pertandingan babak ketiga turnamen Monte Carlo Masters, 6-4, 7-5 pada Kamis, 15 April 2021.

    Petenis berusia 30 tahun itu tampil mengesankan dalam pertemuan perdananya melawan Djokovic. Meski sempat tertinggal di set awal, Evans mampu mengakhiri pertandingan dengan mengarahkan pukulannya ke zona lawan dengan jarak tipis dari atas net.

    "Saya tidak percaya bola terakhir melewati net. Hampir saja itu gagal! Namun saya senang dengan pertandingan ini. Kita pasti tidak akan bisa percaya diri jika melawan Novak. Ini jelas kemenangan besar dan saya senang saya mendapatkannya," kata Evans dalam laporan Reuters.

    Permainan Djokovic di tengah lapangan yang berangin tidak sekuat biasanya. Petenis asal Serbia itu melakukan 45 kesalahan sendiri selama dua set, dua kali lipat lebih banyak dari Evans.

    Djokovic memulai dengan agresif pada set kedua dan membuka keunggulan 3-0, tetapi Evans tetap tenang dan mampu membalikkan keadaan dengan menciptakan winner.

    "Hal terbesarnya harus yakin bahwa bisa menang. Tentu saja saya sempat ragu dalam pertandingan itu. Saya hanya senang dengan hasilnya dan itu akan menjadi salah satu hasil yang tak terlupakan mengalahkan peringkat satu dunia," kata Evans.

    Setelah mengalahkan Novak Djokovic, Daniel Evans akan menghadapi petenis Belgia, David Goffin di perempat final Monte Carlo Masters, Jumat, 16 April 2021.

    Baca Juga: Positif Covid-19, Daniil Medvedev Mundur dari Turnamen Monte Carlo Masters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.