BWF Akhiri Road To Tokyo 2021, PBSI Fokus Jalankan Program Persiapan Olimpiade

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rionny Frederik Lambertus Mainaky. (badmintonindonesia.org)

    Rionny Frederik Lambertus Mainaky. (badmintonindonesia.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memastikan tidak ada lagi perubahan jendela kualifikasi menuju Olimpiade Tokyo 2021. Dengan keputusan ini, tidak ada lagi turnamen tersisa untuk pengumpulan poin seusai batalnya ajang Malaysia Open dan Singapura Open karena pandemi Covid-19. BWF juga mengonfirmasi akan segera mengirimkan undangan kepada atlet-atlet yang lolos kualifikasi.

    Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky mengaku legowo dengan keputusan BWF itu. Menurut dia, sebelumnya PBSI ingin bersurat agar BWF meninjau kembali beberapa turnamen penting yang dibatalkan.

    "Setelah berkonsultasi dengan Rudy (Bambang Roedyanto, Kabid Hubungan Luar Negeri), ia tidak merekomendasikan. Karena waktu sudah terlalu mepet dengan pelaksanaan Olimpiade dan akan sulit untuk misalnya menambah turnamen atau membatalkan salah satu turnamen untuk Eropa," kata Rionny di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta pada Jumat, 28 Mei 2021.

    Ia menambahkan, "Rudy juga bilang ini bukan salah BWF atau BAC, ini murni memang karena situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat semua menjadi serba tidak menentu. Jadi saya kira, kita semua harus terima dengan keputusan ini."

    Tidak ingin terlalu larut dengan polemik kualifikasi, Rionny saat ini langsung bersiap menjalankan program-program yang dirancang PBSI untuk persiapan Olimpiade Tokyo. Indonesia akan memiliki tujuh wakil di lima nomor yang akan dipertandingkan.

    "Saya fokus ke tujuh wakil yang akan berangkat ke Olimpiade saja. Untuk ganda campuran saya sudah bicara dengan Richard (Mainaky) untuk segera memulai persiapan fokus ke Praveen / Melati. Untuk Hafiz / Gloria memang belum rezeki mereka, semoga mereka tetap semangat berlatih karena masih ada turnamen-turnamen lain setelah Olimpiade," kata Rionny.

    "PBSI sudah memiliki berbagai agenda dan program. Di antaranya pemusatan latihan dan karantina di pelatnas atau training center selama 2-3 minggu, menggelar pertandingan pemanasan, dan pemusatan latihan di Prefektur Kumamoto, Jepang, dua pekan sebelum penyelenggaraan Olimpiade," tutur dia menambahkan.

    Indonesia dipastikan hanya mengirim tujuh wakil untuk berlaga di ajang terakbar tersebut. Mereka adalah Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting di sektor tunggal putra, Gregoria Mariska Tunjung di tunggal putri, Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di sektor ganda putra, Greysia Polii / Apriyani Rahayu di sektor ganda putri, dan Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti di sektor ganda campuran.

    Sementara itu, Hafiz Faizal / Gloria Emanuelle Widjaja yang sedang mengejar poin untuk merebut tempat di Olimpiade harus rela mengubur mimpinya. Dengan tidak ada turnamen tersisa, mereka tidak lagi bisa mengejar peringkat delapan besar. Hafiz / Gloria terpaku di peringkat sembilan dengan poin 60.851. Terpaut 647 poin dari Marcus Ellis / Lauren Smith (Inggris) di peringkat delapan.

    "Saya legowo dan berbesar hati menerima keputusan ini. Saya sudah ikhlas karena mungkin memang belum rezekinya main di Olimpiade Tokyo. Ke depan saya akan terus semangat berlatih," kata Gloria. Olimpiade Tokyo akan digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus mendatang.

    Baca juga : BWF Akhiri Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2021, Indonesia Punya 7 Wakil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.