Bulu Tangkis: Hendra / Ahsan Merasa Lebih Rileks di Olimpiade Tokyo

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berpose sebelum berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Hendra dan Ahsan yang menjadi bagian dari 25 atlet Indonesia pada All England 2020 merupakan juara bertahan noor ganda putra dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu pada 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan berpose sebelum berlatih jelang All England 2020 di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis 5 Maret 2020. Hendra dan Ahsan yang menjadi bagian dari 25 atlet Indonesia pada All England 2020 merupakan juara bertahan noor ganda putra dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu pada 2019. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan / Mohammad Ahsan merasa lebih rileks menjelang Olimpiade Tokyo 2021. Keduanya mengaku lebih bebas dari tekanan yang menghantui mereka saat tampil pada ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

    Hendra / Ahsan yang diunggulkan dan diandalkan meneruskan tradisi emas itu terhenti pada fase penyisihan grup Olimpiade 2016 Rio. Namun, pasangan peringkat dua dunia itu mengaku tidak mau dihantui kekalahan tersebut dan hanya ingin fokus menjalani pertandingan di depan mata.

    “Kami hanya ingin tetap fokus dan mempersiapkan diri lebih baik lagi, menikmati permainan. Tekanan pasti ada. Mungkin saat itu (Olimpiade Rio 2016) kami tidak bisa bangkit dari tekanan, tetapi sekarang kami lebih rileks,” kata Hendra Setiawan seperti dikutip laman BWF, Ahad, 18 Juli 2021.

    Ganda putra peringkat dua BWF tersebut meneruskan, “Apalagi Indonesia punya dua ganda putra dan tentu saja itu mempengaruhi kondisi psikologis kami.”

    ADVERTISEMENT

    Hendra / Ahsan mengawali kompetisi musim ini dengan cukup baik. Setelah lolos ke perempat final Yonex Thailand Open, mereka juga melaju mampu menembus babak final BWF World Tour Finals 2020.

    Meski demikian, pasangan berjuluk The Daddies itu tidak ingin terlalu ambisius ketika bertanding di Olimpiade Tokyo nanti. Apalagi, Hendra / Ahsan menyadari Olimpiade tahun ini berbeda sekali dengan edisi-edisi sebelumnya. “Saya tidak ingin terlalu ambisius. Lakukan saja selangkah demi selangkah. Medali tetap akan jadi target,” kata Ahsan.

    Ia menambahkan, “Apa pun bisa terjadi, hal yang terjadi di Olimpiade 2016 pun bisa terulang. Meski kami menang melawan pasangan tertentu di berbagai turnamen, kami bisa saja kalah oleh mereka di Olimpiade.”

    Datang sebagai unggulan kedua, Hendra / Ahsan menempati Grup D bersama pasangan Malaysia Aaron Chia / Soh Woi Yik, Choi Sol Gyu/Seo Seung Jae dari Korea Selatan, dan wakil Kanada Jason Anthony Ho-Shue / Nyl Yakura.

    Juara dunia tiga kali itu mencatatkan skor pertemuan 6-1 atas Chia / Soh menjelang duel di Olimpiade Tokyo. Akan tetapi, rekor tak begitu bagus tercatat ketika keduanya tertinggal 1-3 dari pasangan Choi / Seo. Sementara dengan Jason / Nyl, Hendra / Ahsan belum pernah bertemu.

    Baca juga : KOI Kucurkan Uang Saku untuk Atlet Olimpiade Tokyo, Berapa Besarnya?

    Baca juga : Olimpiade Tokyo: Jonatan Christie Takjub Sambutan Warga Kumamoto di Pelatihan


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selain Makan di Warteg, Ini Sejumlah Kegiatan Asyik yang Bisa Dilakukan 20 Menit

    Ternyata ada banyak kegiatan positif selain makan di warteg yang bisa dilakukan dalam waktu 20 menit. Simak sejumlah kegiatan berikut...