Olimpiade Tokyo: Ratu Taekwondo Kelas Terbang Berikan Emas Pertama bagi Thailand

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet taekwondo Thailand peraih emas Olimpiade Tokyo, Panipak Wongpattanakit. (instagram/@panipak2540)

    Atlet taekwondo Thailand peraih emas Olimpiade Tokyo, Panipak Wongpattanakit. (instagram/@panipak2540)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kontingen Thailand sudah mengantongi medali emas di Olimpiade Tokyo. Mereka meraihnya dari cabang Taekwondo kelas terbang.

    Atlet Thailand yang dijuluki ratu kelas terbang, Panipak Wongpattanakit, meraih emas itu secara dramatis pada Sabtu malam. Ia menang tipis atas atlet Spanyol berusia 17 tahun, Adriana Cerezo Iglesias.

    Kemenangan itu dipastikan hanya berjarak tujuh detik dari akhir pertandingan. Tendangan tubuh 2 poin dari Panipak membalikkan keunggulan 1 poin yang dimiliki Adriana.

    Begitu pertarungan usai, Adriana langsung terjatuh di matras sambil menangis. "Saya memiliki banyak perasaan campur aduk sekarang," kata dia, yang belum pernah memenangkan kejuaraan dunia, seusai pertarungan itu. "Saya berada di final dan bisa bertarung, saya benar-benar dalam permainan di Olimpiade pertama saya."

    "Tapi emas adalah tujuan saya datang dan cara saya kalah sangat menyakitkan. Saya telah memberinya kesempatan untuk menang dan dia sangat bagus, dia mengambilnya. Dia pantas mendapatkannya," katanya.

    Bagi Panipak Wongpattanakit, 23 tahun, emas ini adalah yang pertama diraih di Olimpiade. Ia sebelumnya pernah meraih dua emas dari kejuaraan dunia. Ia sebelumnya meraih perunggu di Olimpiade 2016. Pada Asian Games 2018 di Jakarta ia juga meraih emas.

    Bagi Thailand, emas itu masih menjadi satu-satunya medali yang diraih di Olimpiade Tokyo. Mereka kini menempati posisi kesembilan klasemen perolehan medali, bersama empat negara lain.

    Cina masih merajai perolehan medali Olimpiade Tokyo. Hingga Ahad siang, 10:30 WIB, mereka sudah mengemas 3 emas dan 2 perunggu. Indonesia berada di 23 bersama sejumlah negara lain dengan torehan satu perunggu.

    REUTERS, OLYMPICS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.