Nurul Akmal Ingin Tembus Kegagalan Olimpiade, Targetkan Emas di PON Papua

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lifter Nurul Akmal saat berlaga di arena Olimpiade Tokyo, 2 Agustus 2021. REUTERS/Edgard Garrido

    Lifter Nurul Akmal saat berlaga di arena Olimpiade Tokyo, 2 Agustus 2021. REUTERS/Edgard Garrido

    TEMPO.CO, Jakarta - Lifter asal Aceh, Nurul Akmal, menargetkan medali emas di arena Pekan Olahraga Nasional XX atau PON Papua. Ia juga berharap bisa menebus kegagalan angkatannya saat tampil di Olimpiade Tokyo.

    Nurul Akmal akan tampil di kelas +87 kg pada 9 Oktober mendatang. Ia menyebut persiapannya sudah mencapai 98 persen. Lifter yang akrab disapa Amel ini tinggal mematangkan kesiapan sebelum berangkat ke Papua.

    "Persiapan aman. Saya sudah latihan intensif setibanya di Jakarta usai Olimpiade kemarin," kata Nurul saat dihubungi, Rabu, 22 September 2021.

    Setelah tampil di Olimpiade Tokyo pada awal Agustus lalu, Nurul Akmal memang langsung mengalihkan fokusnya ke PON Papua. Ia bahkan tak sempat pulang dan bergabung dengan kontingen Aceh karena waktu persiapan menuju multiajang olahraga empat tahunan itu mepet.

    "Selain karena pandemi, juga supaya persiapan saya lebih fokus menuju PON. Kalau pulang lagi pasti perjalanannya memakan waktu dan acara lainnya. Jadi diputuskan tak pulang dulu. Nanti saat mau berangkat ke Papua baru bergabung dengan tim Aceh, itu pun bertemu di bandara Jakarta," kata dia.

    Nurul memutuskan mengambil langkah ini supaya mendapatkan hasil maksimal saat bersaing di PON nanti. Bagaimanapun, target yang dibidik Nurul tidak main-main. Meski tanding di level nasional, ia diharapkan mampu mengangkat enam angkatan tanpa gagal dan merebut medali emas.

    "Insya Allah, yang tidak terangkat di Olimpiade, bisa terangkat di PON. Pokoknya enam angkatan harus kena semua, meskipun nanti misalnya jumlah total angkatannya tidak sampai seperti Olimpiade," ujarnya.

    PON Papua bakal berlangsung mulai 2 sampai 15 Oktober. Terdapat empat klaster dalam pelaksanaan PON kali ini. Klaster itu yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Merauke.

    IRSYAN HASYIM

    Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Buka PON Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.