Preview Grup A Piala Sudirman: Thailand dan India Bersaing Dampingi Cina

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati. ANTARA/Hafidz Mubarak/ama

    Pemain bulu tangkis India Sai Praneeth Bhamidipati. ANTARA/Hafidz Mubarak/ama

    TEMPO.CO, Jakarta - India akan melakoni ajang Piala Sudirman 2021 tanpa dua pemain andalan di nomor tunggal putri, Saina Nehwal dan Pusarla V. Sindhu. Pada ajang yang bakal berlangsung di Vantaa, India tergabung di grup A bersama Cina, Thailand, dan tuan rumah Finlandia.

    Dengan absennya sejumlah andalan, India memiliki Malvika Bansod yang berusia 20 tahun peringkat 110 BWF dan Aditi Bhatt yang kini berusia 18 tahun. Bansod memainkan musim yang baik sejauh ini. Ia memenangkan turnamen Uganda International pada bulan Februari lalu dan Lithuanian International pada bulan Juni. Ia juga menembus babak perempat final Austria Open pada bulan Mei.

    Sedangkan Bhatt sempat bermain di ajang Singapore Youth International Series pada November 2019. Ia berhasil menjadi pemenang di nomor ganda putri bersama Tanisha Crasto. Ia juga mencapai semifinal tunggal putri di Dubai Junior International Series.

    Tim India juga diperkuat sejumlah pemain andalan. Sai Praneeth dan Kidambi Srikanth bakal bersaing di nomor tunggal putra. Di nomor ganda putra, ada Chirag Shetty / Satwiksairaj Rankireddy dan MR Arjun / Dhruv Kapila, sedangkan Ashwini Ponnappa / Sikki Reddy akan bersaing di nomor ganda putri. Rankireddy / Ponnappa juga akan bermain di nomor ganda campuran.

    Kondisi India berbeda jauh dengan tim Cina yang memiliki kedalaman skuad luar biasa. Meski berlaga tanpa peraih medali perak Olimpiade, Chen Long, Cina memiliki pilihan yang cukup kuat di tunggal putra dengan keberadaan Shi Yu Qi, Lu Guang Zu, Li Shi Feng.

    Pemain Cina, Chen Yufei, merebut emas tunggal putri Olimpiade Tokyo dengan mengalahkan Tai Tzu-Ying (Taiwan), 1 Agustus 2021. REUTERS/Leonhard Foeger

    Cina bakal diperkuat sejumlah pemain andalan. Juara Olimpiade, Chen Yu Fei (tunggal putri) dan Wang Yi Lyu / Huang Dong Ping (ganda campuran) memberikan soliditas kepada tim. Mereka akan bergabung bersama dengan pemain ganda seperti Chen Qing Chen, Jia Yi Fan, Du Yue, Liu Cheng, He Ji Ting, Tan Qiang dan Zhou Hao Dong.

    Sejumlah pemain junior juga dibawa seperti Wang Zhi Yi dan Feng Yan Zhe akan merasakan kompetisi besar pertama di tingkat senior. Dengan skuad yang ada, Cina hampir dipastikan bisa memuncaki grup A, sedangkan dua tim lain, Thailand dan India, akan bersaing memperebutkan posisi runner up grup.

    Adapun tim Thailand menyeimbangkan pemuda dan pengalaman. Thailand akan bermain tanpa Ratchanok Intanon, yang sedang berduka setelah wafatnya sang ibu. Namun, di tunggal putri Thailand masih cukup kuat dengan kehadiran Pornpawee Chochuwong dan Busanan Ongbamrungphan.

    Tim Thailand dianggap memiliki perpaduan yang baik antara pemain muda dan pemain berpengalaman. Mereka membawa sejumlah andalan seperti Dechapol Puavaranukroh / Sapsiree Taerattanachai (ganda campuran) dan Rawinda Prajongjai / Jongkolphan Kititharakul (ganda putri).

    Mereka juga memiliki pemain muda yang akan bergabung seperti Benyapa Aimsaard yang kini berusia 19 tahun dan bisa bermain di tiga nomor, serta Phittayaporn Chaiwan yang kini berusia 20 tahun dan juara dunia junior tiga kali, Kunlavut Vitidsarn. Salah satu titik lemah Thailand adalah di nomor ganda putra. Mereka berharap pada pemain seperti Supak Jomkoh, Kedren Kittinupong, Tanupat Viriangkura dan Natthapat Trinkajee.

    Dengan persaingan grup yang ketat, tuan rumah Finlandia hanya bisa berharap untuk menampilkan pertunjukan terbaik di kandang sendiri. Finlandia akan dipimpin oleh Kalle Koljonen, peringkat 67 BWF, yang menjadi semifinalis Kejuaraan Eropa pada Mei lalu.

    BWF

    Baca juga : Preview Grup C Piala Sudirman 2021: Indonesia Unggulan, ROC Bisa Beri Kejutan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.