Medali Pertama Tinju PON Papua Direbut Atlet Tuan Rumah Ona Antrynis Paays

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju putri Papua Onna Antryni Paays (kiri) merebut emas kelas Pin 45 kilogram PON Papua dengan mengalahkan petinju putri NTT Anggelina Niis. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Petinju putri Papua Onna Antryni Paays (kiri) merebut emas kelas Pin 45 kilogram PON Papua dengan mengalahkan petinju putri NTT Anggelina Niis. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaMedali emas pertama cabang olahraga tinju Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua berhasil dikantungi oleh atlet tuan rumah Onna Antrynis Paays yang menjadi juara di kelas pin putri (-45 kg). 

    Onna Antrynis Paays sukses mengalahkan petinju Nusa Tenggara Timur Anggelina Niis dalam partai final di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Rabu.
     
    Onna cukup disiplin membangun pertahanan sejak awal laga demi meredam permainan Anggelina yang tampak agresif. Perlahan tapi pasti Ona mulai mengimbangi lawannya lewat beberapa pukulan yang mampu mendarat di kepala Anggelina.
     
    Anggelina juga berusaha tampil agresif di awal ronde kedua, tetapi Onna meresponsnya dengan pertahanan yang cukup solid.
     
    Titik balik kemenangan Onna terjadi di pertengahan ronde ketiga, saat ia berhasil mendaratkan pukulan tangan kanan yang sempat membuat Anggelina terjatuh berlutut.
     
    Anggelina memang bisa bangkit melanjutkan pertandingan hingga tiga ronde penuh, tetapi Ona dinyatakan sebagai pemenang lewat kemenangan angka 4-1.
     
    Dengan demikian, Onna sukses memastikan medali emas pertama dari cabang olahraga tinju jadi milik Papua.
     
    Sedangkan Anggelina kembali harus puas hanya mendapatkan medali perak, serupa dengan raihannya dalam PON 2016 lalu. Kala itu ia masih berlaga di kelas layang putri.
     
    Sementara itu petinju Nusa Tenggara Barat Sinta Agustini dan wakil Maluku Utara Metirina Nenohai meraih perunggu bersama dalam kelas pin putri PON Papua.
     
    Cabang olahraga tinju di PON Papua memperebutkan 17 medali yang dibagi menjadi 10 kelas kategori putra dan tujuh kelas kategori putri.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.