Arsitek Kemenangan Cina di Olimpiade Beijing Pensiun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara penutupan Olimpiade Beijing 2008 di Stadion Nasional Beijing, Minggu (24/08). Cina menempati posisi juara umum dalam olimpiade kali ini dengan merebut 51 emas, 21 perak dan 28 perunggu. (AP Photo/David Guttenfelder)

    Upacara penutupan Olimpiade Beijing 2008 di Stadion Nasional Beijing, Minggu (24/08). Cina menempati posisi juara umum dalam olimpiade kali ini dengan merebut 51 emas, 21 perak dan 28 perunggu. (AP Photo/David Guttenfelder)

    TEMPO Interaktif, Beijing:Deputi Menteri Olahraga Cina, Cui Dalin, arsitek kemenangan Cina ketika memenangkan medali emas di Olimpiade Beijing 2008, memutuskan pensiun pada usia 60 tahun.

    Cui menduduki posisi terakhirnya selama empat tahun. Dalam posisinya ia menjalankan apa yang diklaim sebagai 'pendobrak sejarah' di Olimpiade Beijing, di mana atlet Cina sukses mendulang 51 emas dan 100 medali secara keseluruhan.

    “Amerika Serikat dan Rusia adalah tim-tim kuat, kami tertinggal jauh di belakang, terutama pada cabang atletik, renang, dan olahraga air,” kata Cui ketika memprediksi kekuatan negara peserta sebelum Olimpiade Beijing digelar.

    Cui menjadi deputi kepala sebuah lembaga olahraga di desa kelahirannya, Liaoning, provinsi penelur olahragawan sukses asal Cina. Namanya menanjak ketika Liaoning memenangkan 10 gelar nasional sepak bola secara beruntun sebelum digelarnya liga profesional.

    REUTERS | bagus wijanarko


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.