Nova/Liliyana Ditekuk Zheng Bo/Ma Jin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lillyana Natsir (depan) dan Nova Widianto. REUTERS/Charles Platiau

    Lillyana Natsir (depan) dan Nova Widianto. REUTERS/Charles Platiau

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Langkah ganda campuran Indonesia Nova Widianto/Liliyana Natsir di Kejuaraan Dunia Bulutangkis harus berhenti, karena ditekuk pasangan Cina unggulan delapan, Zheng Bo/Ma Jin. Juara Dunia 2005 dan 2007 ini kalah 21-19, 23-19 pada pertandingan perempat final di Stadion Pierre de Coubertin Stadium, Jumat (27/8).

    Pada game pertama, Nove/Liliyana sempat tertinggal 12-6 hingga mendekati angka kritis 20-16. Selisih itu bisa diperkecil setelah mendapatkan tiga angka berturut-turut 20-19. Namun, upaya ini berakhir setelah pasangan muda Cina itu mendapat satu angka terakhir sekaligus memenangi game pertama dengan 21-19.

    Kekalahan di game pertama membuat Juara Dunia 2005 dan 2007 ini bangkit. Sejak awal, mereka langsung tancap gas sehingga berhasil memimpin perolehan angka 6-1 hingga 9-4. Namun, kondisi ini tidak berjalan lama karena Zheng Bo/Ma Jin berhasil menyusul setelah mendapat tujuh angka berturut-turut sehingga skor menjadi 9-11.

    Tidak mau terlena, Nova/Liliyana pun mengejar ketertinggalan dan berhasil menyamakan angka menjadi 14-14. Sejak itu, pertarungan semakin sengit dan perolehan angka pun ketat bahkan terjadi deuce dua kali hingga akhirnya pertandingan dimenangkan pasangan Cina, dengan skor 23-21.

    “Kita harus mengakui persaingan sekarang sangat ketat. Secara permainan Nova/Liliyana tidak kalah, telah berjuang keras untuk mendapatkan poin demi poin,” kata Jacob Rusdianto, Sekretaris Jenderal Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia yang mendampingi tim kepada Tempo, Jumat (27/8).

    Setelah kekalahan Nova/Liliyana, tidak ada lagi wakil Indonesia di ganda campuran. Sebelumnya pasangan Indonesia Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa memutuskan berhenti bermain di game kedua saat menghadapi pasangan Cina Tao Jiaming/Zhang Yawen pada kedudukan 16-21, 10-15.

    Di tunggal putri, Indonesia tidak lagi menyisakan wakilnya setelah Maria Febe Kusumastuti dan Adriyanti Firdasari yang tumbang di babak kedua. “Hasil kejuaraan kali ini akan menjadi bahan evaluasi bagi PBSI agar persiapan Kejuaraan Jepang Terbuka dan Cina Terbuka bulan depan lebih bagus,” kata Jacob.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.