Basket ISG Dimulai tanpa Sokongan Dana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah venue bekas SEA Games XXVI mulai berbenah menjelang Islamic Solidarity Games di bulan September mendatang (7/7). Tempo/Parliza Hendrawan

    Sejumlah venue bekas SEA Games XXVI mulai berbenah menjelang Islamic Solidarity Games di bulan September mendatang (7/7). Tempo/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Cabang olahraga bola basket Islamic Solidarity Games ke-3 mulai memasuki babak penyisihan grup, Ahad, 15 September 2013. Dipastikan laga perdana itu tanpa disokong oleh dana yang dijanjikan oleh pemerintah pusat. Akibatnya, panitia daerah terpaksa mencari dana sendiri untuk menyelamatkan muka bangsa ini. Forum ulama Sumatera Selatan mendesak pemerintah secepatnya mengeluarkan perpres terkait penunjukan langsung pengadaan barang dan jasa.

    "Jangan sampai kita malu akibat tidak mampu dalam hal pendanaan," kata perwakilan forum ulama Solihin Hasibuan, Sabtu, 14 September 2013. Hari ini puluhan ulama se-Sumsel menggelar pertemuan dengan panitia penyelenggara ISG guna memastikan terlaksananya event lima tahunan ini. Menurut Solihin, ISG merupakan momentum bagi Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia untuk mengokohkan peran di dunia internasional.

    Dalam pertemuan yang berlangsung di sekretariat panitia daerah, Forum Ulama Sumatera Selatan mendesak pemerintah pusat segera mengeluarkan peraturan presiden mengenai penunjukan langsung dalam pengadaan barang penyelenggaraan Islamic Solidarity Games III di Palembang, 22 September-1 Oktober 2013. "jika tidak ada (perpres), maka akan berdampak pada pelaksanaan, mengingat tinggal menghitung hari,"

    Ia mengemukakan, perhelatan Islamic Solidarity Games (ISG) ini bukanlah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumsel semata, tapi merupakan kewajiban bersama mengingat menyangkut nama baik bangsa dan negara.

    Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumsel telah berupaya maksimal menggelar ajang olahraga negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam itu, mengingat hanya diberikan waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan diri.

    Sementara, Ketua Deputi III (bidang Teknologi Informatika dan Pelayanan Media) Panitia Pelaksana Islamic Solidarity Games III (InaISGOC) Sumsel Samuel Chotib mengatakan, sejumlah pekerjaan di daerah terkait dengan persiapan ISG mengalami kendala karena belum mendapatkan payung hukum dalam pengadaan barang. Padahal, dalam dua hari terakhir ini mereka sudah melakukan penyambutan para pemain basket dari negara peserta.

    "Pertandingan bola basket tidak bisa ditunda lagi meskipun tanpa dana," kata Samuel. Ia mengemukakan, beberapa pekerjaan telah diambil-alih oleh panitia daerah seperti perbaikan arena, penyelenggaraan pertemuan pimpinan kontingen para negara peserta, hingga persiapan upacara pembukaan dan penutupan ISG.

    Samuel pun mengapresiasi kepedulian dari Forum Ulama Sumsel atas masalah yang dihadapi panitia pelaksana ini.

    Provinsi Sumsel ditetapkan sebagai tuan rumah ISG menggantikan Riau melalui keppres pada 29 Juli 2013. Pendanaan ISG sendiri telah ditetapkan bersumber dari APBN sebesar Rp 130 miliar dan APBD Sumsel Rp 80 miliar. Samuel mengingatkan, meskipun bertindak sebagai tuan rumah pengganti, semestinya pemerintah tidak memperlambat proses birokrasi.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Berita Terpopuler:
    Miss Uzbekistan Ternyata Seorang Penipu?
    Polisi Periksa Pelapor Casting Online Model Bugil
    Tolak Miss World, FPI Akan Menyeberang ke Bali
    Lagi, Polisi Ditembak di Depok
    Gubernur BI: Jokowi Pengendali Inflasi Terbaik
    Korban Tewas Kecelakaan Dul di Jagorawi Jadi 7


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H