Lawan Serena di Final, Sharapova Ingin Akhiri Sial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis asal Rusia Maria Sharapova mengembalikan pukulan lawaannya Ekaterina Makarova pada pertandingan Smi Final Australian Open 2015 di Melbourne Park, 29 Januari 2015. Michael Dodge/Getty Images

    Petenis asal Rusia Maria Sharapova mengembalikan pukulan lawaannya Ekaterina Makarova pada pertandingan Smi Final Australian Open 2015 di Melbourne Park, 29 Januari 2015. Michael Dodge/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Maria Sharapova akan mencoba mengubah peruntungannya saat melawan Serena Williams pada babak final tunggal putri turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka di lapangan permukaan keras Rod Laver Arena, Melbourne Park, Sabtu sore, 31 Januari 2015. Dalam 18 kali pertemuan keduanya sebelumnya, petenis cantik asal Rusia itu hanya mampu menang dua kali. 

    Kemenangan itu pun terjadi pada awal pertemuan mereka. Sedangkan dalam 15 pertemuan terakhir, ia selalu kalah oleh Serena—petenis putri nomor satu dunia saat ini asal Amerika Serikat. (Baca: Maria Sharapova Lolos ke Final Australia Terbuka)

    Semangat bertanding Sharapova tidak mengendur melihat sejarah dominasi lawannya.  “Saya pikir kepercayaan diri saya seharusnya naik lagi saat memasuki sebuah final Grand Slam. Tak peduli dengan siapa saya berhadapan dan betapa buruk rekor saya melawannya,” kata Sharapova, yang lolos ke partai puncak setelah mengalahkan rekan senegaranya, Ekaterina Makarova, 6-3, 6-2. 

    “Saya bisa tampil besok untuk sebuah alasan. Saya akan berbuat apa saja untuk bisa merebut gelar,” kata petenis yang kini menduduki peringkat kedua dunia itu.

    Serena sendiri lolos dengan mengalahkan rekan senegara dan juniornya, Madison Keys, 7-6 (5), 6-2. Laga melawan Keys, yang sebelumnya mengalahkan Venus Williams, membuktikan bahwa mental juara dimiliki Serena. (Baca: Akhiri Sensasi Madison Keys, Serena Lolos ke Final

    Dalam kondisi fisik yang tidak ideal—Serena mengalami batuk dan sedikit flu dalam beberapa hari terakhir—ratu tenis dunia tertua ini menunjukkan ketegarannya untuk mengatasi perlawanan luar biasa dari Keys, bintang muda berusia 19 tahun. 

    Serena mesti meluncurkan pukulan servis yang keras dan akurat. Demikian juga saat meladeni pukulan reli Keys, yang kini dilatih mantan pemain nomor satu dunia asal Amerika Serikat, Lindsay Davenport. Dan, yang lebih menegangkan, Serena membutuhkan sembilan match point untuk bisa mengakhiri perlawanan Keys.  

    “Ia (Keys) menekan saya begitu keras di set pertama. Saya sedikit frustrasi. Saya punya sembilan atau sepuluh match point, dan tak kunjung bisa menang. Ia bermain seperti tak punya beban apa pun untuk takut kalah,” kata Serena, yang mencapai final untuk ke-23 kalinya di turnamen utama.

    Serena, yang sudah mengoleksi 18 gelar Grand Slam di tunggal, akan kembali tampil di final Australia Terbuka besok sejak memenangi gelar kelimanya dalam turnamen itu pada 2010.

    Kemenangan di semifinal kemarin juga membuat Serena tetap berada di peringkat teratas dunia Asosiasi Tenis Wanita (WTA) sampai Australia Terbuka berakhir. 

    Adapun Sharapova akan memburu gelar Grand Slam keenam sepanjang kariernya dan kedua di Melbourne Park setelah 2008. 

    ESPN | AP | USA TODAY | HARI PRAS

    Berita Lain
    Persiba Gembleng Fisik dan Mental Pemainnya
    Persija Tur ke Jawa Tengah
    Arema Bertekad Taklukkan Persib
    Eks Gelandang Barcelona Diincar PSM Makassar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.