Timnas Tinju Semakin Optimistis di SEA Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daud Jordan petinju Indonesia saat menghantam KO Damian David Marchiano pada kejuaraan Doublel Battle Title Fight di Tenis Indor Senayan. TEMPO/Aditia Novinsayah

    Daud Jordan petinju Indonesia saat menghantam KO Damian David Marchiano pada kejuaraan Doublel Battle Title Fight di Tenis Indor Senayan. TEMPO/Aditia Novinsayah

    TEMPO.COJakarta - Tim nasional tinju Indonesia semakin optimistis menatap SEA Games Singapura. Pasalnya, dalam President Cup ke-22 di Palembang, tim tinju Indonesia berhasil mengantarkan enam petinjunya ke partai semifinal pada ajang SEA Games. 

    Manajer tim tinju nasional, Syaifudin Aswari Rivai, mengatakan ajang Piala Presiden dapat dijadikan tolak ukur kemampuan para petinju. "Di Piala Presiden saja kami mampu bicara, apalagi nanti di SEA Games," kata Syaifudin Aswari, Jumat, 24 April 2015. 

    Menurut dia, untuk mengoptimalkan persiapan SEA Games, setelah hajatan di Palembang usai, maka pihaknya kembali berfokus pada training camp. Sejumlah petinju andalan telah disiapkan untuk mendulang medali pada pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu.

    Selain kembali menggeber training camp, ada kemungkinan susunan tim nasional akan diubah. Semua itu, kata Syaifudin, bergantung pada hasil evaluasi menyeluruh seusai Presiden Cup. Namun, sejauh ini, ia menilai tim yang diturunkan di Palembang memiliki kemampuan bertarung yang tinggi. "Kami akan evaluasi juga siapa lawan yang membuat kami kalah atau menang," ujar Syaifudin Aswari, yang juga menjabat Bupati Lahat, Sumatera Selatan.

    Sebanyak enam petinju tuan rumah Indonesia melaju ke semifinal Kejuaraan Internasional Tinju Amatir Piala Presiden di Palembang, 20-25 Mei 2015. Dari enam petinju itu, dua di antaranya Anggelina Niis kelas W48 kilogram dari Tim Indonesia A, dan Ernie Ronsumbre kelas W57 kilogram dari Tim Indonesia yang telah memastikan tiket ke empat besar.

    Reza Ali, Ketua Umum PP Pertina, mengatakan empat semifinalis lainnya adalah Mario Kali dari Tim Indonesia C yang berhasil mengalahkan Yahya Saleh Al Rafiq asal Qatar dengan skor 3-0 kelas 49 kg. Vinky Montolalu dari Tim Indonesia A yang berhasil menumbangkan petinju asal Mesir, Eslam Ahmed Aly Muhamed, dengan skor 2-1 pada kelas 64 kg. Selanjutnya, dari Tim Indonesia B ada Aldom Sugoro yang bertemu Julio Bria dari Tim Indonesia A pada kelas 52 kg. 

    "Di sini petinju yang hadir merupakan top kelas semua," kata Reza. Menurut Reza, hasil yang diraih Tim Indonesia pada Piala Presiden ini cukup memuaskan dibandingkan hasil dalam ajang serupa pada 2011. Sebab, dari 182 atlet dari 24 negara ini, PP Pertina berhasil “menitipkan” enam petinjunya ke partai semifinal. "Di tim A ada sepuluh orang yang diproyeksikan ke SEA Games."

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?