Wozniacki Jumawa Klaim Dirinya Pesaing Berat Gelar Wimbledon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petenis Denmark, Caroline Wozniacki bergembira usai mendapat poin saat bertanding melawan petenis Rep.Ceko, Petra Kvitova dalam laga turnamen tenis tunggal putri di putaran final WTA Singapura, 24 Oktober 2014. REUTERS

    Petenis Denmark, Caroline Wozniacki bergembira usai mendapat poin saat bertanding melawan petenis Rep.Ceko, Petra Kvitova dalam laga turnamen tenis tunggal putri di putaran final WTA Singapura, 24 Oktober 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan petenis nomor satu dunia Caroline Wozniacki menegaskan dirinya adalah pesaing berat untuk gelar Wimbledon walaupun dirinya belum pernah berhasil melewati putaran keempat.

    "Saya selalu merasa sebagai pesaing. Saya berada di unggulan kelima dunia, tentu saja saya adalah pesaing berat," ujarnya.

    Petenis asal Denmark yang menempati ranking satu dunia pada 2010 dan 2011 itu

    menaksir peluangnya di babak ketiga All England Club dimana ia menghadapi unggulan ke-31 Italia, Camila Giorgi.

    "Saya bermain dengan baik, itu yang terpenting. Saya merasa optimistis karena sebelumnya memenangkan juara junior Wimbledon, dan tidak ada alasan untuk tidak mampu melewati putaran keempat," tutur gadis 24 tahun itu.

    Seluruh pemain yang akan dihadapinya dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya merupakan mantan juara Wimbledon. Namun, Wozniacki tidak akan berhadapan dengan Petra Kvitora sebelum semifinal, dan Serena Williams atau Maria Sharapova sebelum final.

    Untuk mewujudkan ambisinya melenggang lebih jauh di Wimbledon, Wozniacki harus terlebih dahulu menaklukkan Denisa Allertova (Republik Ceko) di babak kedua. Petenis 22 tahun itu mengantongi tiket babak kedua usai memulangkan rekan senegaranya, Katerina Siniakova 2-6, 6-4, 3-6. Demikian laporan AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.