Tekad Sharapova Tuntaskan Dendam 11 Tahun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maria Sharapova merayakan kemenangannya saat bertanding melawan Coco Vandeweghe di ajang Wimbledon Tennis Championships, London, 7 Juli 2015. Sharapova akan berhadapan dengan Serena Williams di semifinal. Ian Walton/Getty Images

    Maria Sharapova merayakan kemenangannya saat bertanding melawan Coco Vandeweghe di ajang Wimbledon Tennis Championships, London, 7 Juli 2015. Sharapova akan berhadapan dengan Serena Williams di semifinal. Ian Walton/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Maria Sharapova hari ini akan berusaha mengakhiri sebelas tahun penderitaannya tatkala menghadapi musuh bebuyutannya Serena Williams demi satu tempat final Wimbledon 2015.

    Superstar Rusia ini sudah mengoleksi lima gelar juara Grand Slam --termasuk Wimbledon 2004-- dan menjadi merek global yang membuatnya menjadi olahragawati berbayaran paling mahal di dunia.

    Namun petenis berusia 28 tahun ini masih berada di bawah bayang-bayang Serena dan belum pernah menjadi petenis nomor satu sejak 2004.

    Sebaliknya Serena yang berusia 33 tahun unggul head to head dari Sharapova, 17-2, memenangkan 16 pertemuan terakhir mereka dan tiga kali merampas kesempatan juara Sharapova pada final Wimbledon 2007, final Australia Terbuka 2015, dan final Prancis Terbuka 2013.

    Serena juga telah memenangi semua dari empat pertemuan semifinalnya dengan Sharapova, mengalahkan petenis Rusia itu pada babak 16 Besar Wimbledon 2010 dan mengandaskannya pada final Olimpiade 2012 di All England Club.

    Setelah bangkit untuk mengalahkan Victoria Azarenka pada delapan besar --yang memperpanjang kemenangannya pada Grand Slams menjadi 26 pertandingan dan rekor 37-1 sepanjang 2015-- Serena tak sabar untuk melawan lagi Sharapova.

    "Saya senang menghadapi Maria. Saya kira dia membuat saya mengeluarkan yang terbaik dari diri saya. Saya kira kami melewati final yang menawan di Australia (lalu)," kata Serena, yang tengah berada di jalan menjuarai empat gelar Grand Slam sekaligus dan berburu untuk bisa mematri kalender Gran Slam pertama sejak 1988.

    "Bagi saya, saya tidak merasakan ada tekanan apa pun menuju pertandingan ini. Ini sama sekali berbeda bagi saya. Saya tak perlu membuktikan apa-apa. Saya sudah memenangi semua gelar Grand Slams, berulang kali. Sekarang saya di sini hanya untuk bersenang-senang," kata Serena.

    Sharapova menciptakan salah satu kejutan terbesar Wimbledon sebelas tahun silam ketika dalam usia 17 tahun menumbangkan Serena pada final untuk meraih gelar Grand Slam yang pertamanya.

    Sejak itu hubungan kedua petenis menjadi mendingin yang kadang berubah panas ketika mereka pernah saling memanasi saat Sharapova mengencani mantan pacar Serena, Grigor Dimitrov, sebaliknya Serena memacari pelatih Sharapova dari Prancis, Patrick Mouratoglou.

    Sharapova berada pada semifinal Wimbledon kelimanya dan yang pertama sejak 2011.

    Ketika ditanyai apakak ketidakberhasilannya menaklukkan Serena telah mengganggu pikirannya, Sharapova dengan gagah menandaskan bahwa dia masih menikmati tantangan melawan petenis Amerika itu.

    "Saya kira ini selalu menjadi pertandingan yang baru. Saya tak pernah mengalami sukses besar melawan dia. Saya senang bisa membalikkan hal itu. Begitulah saya melihat pertandingan ini," kata petenis nomor empat dunia ini.

    Semifinal lainnya menjadi terlihat seperti Serena vs Maria Part 20, namun pertemuan antara Agnieszka Radwanska dan Garbine Muguruza tetaplah menarik.

    Radwanska tengah pada semifinal Grand Slam keempatnya dan ketiganya di Wimbledon.

    Unggulan ke-13 dari Polandia itu mencapai final Wimbledon 2012 untuk kemudian dikalahkan Serena.

    Kini dia berharap pengalamannya pada sebuah turnamen besar akan membuatnya tampil bagus melawan Murguruza yang menjadi petenis unggulan 20 asal Spanyol dan akan tampil pada babak empat besar turnamen Grand Slam untuk pertama kalinya.

    Muguruza (21) adalah petenis putri Spanyol pertama yang mencapai semifinal Wimbledon sejak Arantxa Sanchez-Vicario melakukannya pada 1997, demikian AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.