Daud Yordan Berpeluang Jadi Juara Dunia Kelas Ringan WBA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Daud Yordan mengangkat sabuk juara saat berhasil memenangkan pertandingan melawan Petinju Jepang Yoshitaka Kato dalam laga bertajuk Road to the World Champions di Balai Sarbini, Jakarta, 5 Februari 2016. Daud Yordan menang angka atas Yoshitaka Kato dan mempertahankan gelar kelas ringan World Boxing Organization (WBO) Asia-Pasifik dan Afrika miliknya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petinju Indonesia Daud Yordan mengangkat sabuk juara saat berhasil memenangkan pertandingan melawan Petinju Jepang Yoshitaka Kato dalam laga bertajuk Road to the World Champions di Balai Sarbini, Jakarta, 5 Februari 2016. Daud Yordan menang angka atas Yoshitaka Kato dan mempertahankan gelar kelas ringan World Boxing Organization (WBO) Asia-Pasifik dan Afrika miliknya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Promotor Raja Sapta Oktohari menegaskan jika petinju Daud Yordan berada di jalur juara dunia kelas ringan WBA setelah petinju asal Sukadana, Kalimantan Barat, ini berada di peringkat pertama rangking WBA.

    Melonjaknya peringkat petinju yang akrab dipanggil Cino ini tidak lepas dari hasil kemenangannya pada "Battle in Uruguay" saat mengalahkan petinju asal Argentina, Cristian Rafael Coria, pekan lalu dan membawa pulang sabuk WBA Internasional.

    "Dengan menjadi peringkat pertama, Daud memiliki kesempatan untuk menantang juara dunia kelas ringan WBA, Anthony Crolla, dalam pertarungan wajib. Tapi Crolla mempunyai dua kali kesempatan menghindar dari Daud sebagai penantang utama," kata promotor dari Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 10 Juni 2016.

    Meski sang juara dunia kelas ringan WBA itu bisa menghindar, kata pria yang akrab dipanggil Okto itu, cepat atau lambat Crolla tetap akan menghadapi petinju yang sebelumnya memegang sabuk kelas ringan WBO Asia-Pasifik tersebut.

    Hanya saja, pihaknya juga tidak akan gegabah dalam menentukan pertandingan yang harus dijalani Daud. Saat ini, selain berpeluang merebut gelar juara dunia, posisi petinju andalan Indonesia saat ini juga panas karena juga diincar petinju yang peringkatnya berada di bawah.

    "Dengan posisi saat ini, Daud bakal terekspos, tapi juga harus waspada karena banyak petinju yang mengincar posisinya. Makanya kita harus cermat menentukan langkah berikutnya," tutur Okto menambahkan.

    Pria yang juga komandan kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2016 ini menjelaskan, demi mengantarkan petinju asal Kalimantan Barat itu menjadi juara dunia, pihaknya saat ini berusaha mencarikan opsi agar target menjadi yang terbaik bisa tercapai.

    "Dari sekian banyak opsi, yang paling masuk akal buat kami adalah mencoba merebut gelar juara WBA Interim yang lowong. Saat ini, kami masih mencari lawan yang tepat untuk Daud," ucap pria yang juga seorang pengusaha itu.

    Gelar juara WBA Interim lowong setelah penyandang gelar juara interim asal Venezuela, Ismael Barroso, gagal mengalahkan juara dunia kelas ringan WBA, Anthony Crolla, dalam usahanya menjadi juara dunia sejati.

    Sedangkan Daud saat ini memasuki masa istirahat setelah menjalani pertandingan melawan Cristian Rafael Coria yang digelar di Uruguay pekan lalu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.