Pembangunan Jaya Cup Kembali Digelar, Hadiah Rp 425 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Eksekutif PB Jaya Raya Bambang Bahagio (tengah) di konferensi pers Pembangunan Jaya Cup, Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.

    Direktur Eksekutif PB Jaya Raya Bambang Bahagio (tengah) di konferensi pers Pembangunan Jaya Cup, Jakarta, Selasa, 13 Desember 2016.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejuaraan bulu tangkis beregu junior (di bawah 19 tahun) Pembangunan Jaya Cup kembali diadakan untuk keenam kalinya. Tahun ini, ajang itu diadakan di GOR Bulu Tangkis Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, 14-17 Desember 2016.

    Sponsor menyediakan hadiah total Rp 425 juta, dengan distribusi Rp 200 juta kepada juara I, Rp 125 juta untuk runner-up, Rp 75 juta untuk peringkat III, dan Rp 25 juta untuk peringkat IV.

    "Jumlah hadiah ini sama dengan tahun lalu," kata Bambang Bahagio, Wakil Yayasan Pembangunan Jaya Raya, sponsor turnamen ini, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa siang, 13 Desember 2016.

    Bambang mengatakan, kejuaraan ini diikuti oleh delapan klub di Indonesia yang dipilih oleh penyelenggara. "Pemilihan dilakukan berdasarkan peringkat individu terbaik yang dimiliki masing-masing sektor di klub itu," kata dia. Adapun peringkat yang digunakan adalah peringkat pemain junior--di bawah 19 tahun--yang diterbitkan PBSI per 8 Desember 2016.

    Delapan klub yang berpartisipasi adalah Jaya Raya, Djarum, SGS PLN, Candra Wijaya International Badminton Center, Mutiara Cardinal Bandung sebagai juara bertahan, Exist, FIFA Sidoarjo, dan Sekolah Khusus Olahragawan Ragunan.

    Delapan peserta itu dibagi ke dalam dua grup di babak penyisihan. Grup A terdiri dari Jaya Raya, Djarum, SGS PLN, dan Candra Wijaya International Badminton Center, sementara Grup B terdiri dari Mutiara, Exist, FIFA, dan SKO Ragunan.

    GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.