Kamis, 26 April 2018

Valentino Rossi: Piala Dunia Tanpa Italia, Bak MotoGP Tanpa Saya

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Valentino Rossi dalam balap MotoGp Catalunya 2017 (yamahamotogp)

    Valentino Rossi dalam balap MotoGp Catalunya 2017 (yamahamotogp)

    TEMPO.CO, Jakarta - Valentino Rossi mengatakan dirinya tidak berminat mengikuti Piala Dunia 2018 karena tim Italia tidak lolos. Rossi kehilangan selera untuk memantau ajang sepakbola empat tahunan yang tahun ini digelar di Rusia.

    Italia gagal lolos ke Rusia, setelah kalah bersaing melawan Swedia dalam babak play off zona Eropa. Ini adalah untuk kali pertama Italia tidak lolos sejak Piala Dunia 1958.

    Baca: Valentino Rossi Ingin Lakukan Hal Ini Jika Pensiun dari MotoGP

    "Piala Dunia tanpa Italia itu ibarat MotoGP tanpa saya," kata Rossi dengan nada bercanda, mengomentari Piala Dunia yang akan berlangsung.

    Ekspresi para pemain Italia setelah hanya mampu bermain imbang dengan Swedia pada pertandingan leg kedua babak play-off Piala Dunia 2018 di San Siro, Milan, 14 November 2017. Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2018 karena kalah agregat 1-0 dari Swedia. REUTERS/Max Rossi

    Menurut Rossi, Piala Dunia tanpa kehadiran Italia tidak bakal menarik. Sehingga dia mengatakan tidak berminat mengikuti ajang tersebut dan tak akan mendukung tim manapun.

    Baca: Masa Libur MotoGP, Rossi Ikut Reli Monza untuk Lepaskan Stress

    "Sulit membayangkan Piala Dunia tanpa kehadiran Italia. Kurang lebih kalau mau dibandingkan, ya itu seperti MotoGP tanpa Rossi," katanya lagi pada Minggu 3 Desember lalu sesuai memenangi Reli Monza.

    Rossi akan mengakhiri kontraknya dengan Yamaha MotoGP pada musim balap 2018. Dia belum memutuskan kelanjutan kariernya di MotoGP setelah kontraknya habis.

    GP ONE


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Akan Melarang Bekas Koruptor Jadi Caleg Pemilu 2019

    Di Maret 2018, Komisi Pemilihan Umum berencana menambahkan larangan bekas koruptor menjadi anggota legislatif dalam Peraturan KPU untuk Pemilu 2019.