Ditantang Khabib Nurmagomedov, Begini Jawaban Floyd Mayweather Jr

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juara MMA, Khabib Nurmagomedov, dalam acara penyambutan di Anzhi Arena di Kaspiysk, sebuah kota di Republik Dagestan, Rusia, Senin, 8 Oktober 2018. Khabib Nurmagomedov terancam sejumlah sanksi akibat menyerang kubu McGregor seusai laga MMA UFC 229. REUTERS/Said Tsarnayev

    Juara MMA, Khabib Nurmagomedov, dalam acara penyambutan di Anzhi Arena di Kaspiysk, sebuah kota di Republik Dagestan, Rusia, Senin, 8 Oktober 2018. Khabib Nurmagomedov terancam sejumlah sanksi akibat menyerang kubu McGregor seusai laga MMA UFC 229. REUTERS/Said Tsarnayev

    TEMPO.CO, Jakarta - Floyd Mayweather Jr memberikan reaksi atas tantangan Khabib Nurmagomedov untuk bertarung. Mantan juara tinju dunia itu sepertinya akan menerima tantangan sang juara MMA.

    Awal pekan ini Khabib muncul dalam unggahan video di akun Instagram manajer Mayweather, Leonard Ellerbe. Dalam unggahan itu Khabib menantang Mayweather untuk bertarung.

    “Floyd, mari kita bertarung. Rekor 50-0 lawan 27-0, Kita sama-sama tak terkalahkan. Namun hanya ada satu raja dalam belantara pertarungan, dan itu adalah saya,” kata Khabib dalam video yang diunggah Ellerbe.

    Mayweather menanggapi tantangan itu lewat unggahan di instagram.

    Mantan juara dunia tinju tak terkalahkan, Floyd Mayweather Jr. (boxingscene.com)

    “Showtine, CBS, dan MGM Grand segera mengeluarkan buku cek mereka. Mari kita buat Las Vegas menjadi meriah lagi,” tulis Mayweather di instagramnya.

    Jika benar bersedia melayani tantangan Khabib Nurmagomedov, ini adalah kali kedua Floyd Mayweather Jr menghadapi Jawara MMA.

    Sebelumnya Floyd Mayweather Jr menghadapi Conor McGregor yang baru saja dikalahkan Khabib Nurmagomedov. Laga Mayweather vs McGregor setahun lalu di MGMG Grand sukses besar.

    FOX SPORTS |


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.