Hadapi Crolla pada 10 November, Begini Persiapan Daud Yordan

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Indonesia Daud Yordan berpose dengan sabuk juaranya saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 25 April 2018. Daud Yordan mendapatkan sambutan istimewa setelah memenangi pertarungan tinju dunia di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4) dini hari WIB. TEMPO/Subekti.

    Petinju Indonesia Daud Yordan berpose dengan sabuk juaranya saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 25 April 2018. Daud Yordan mendapatkan sambutan istimewa setelah memenangi pertarungan tinju dunia di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, Senin (23/4) dini hari WIB. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju nasional Daud Yordan tinggal menjaga kondisi fisik untuk persiapan menghadapi Anthony Crolla, lawan asal Inggris, di Manchaster Arena, Inggris, 10 November 2018. Pemegang gelar IBO Intercontinental dan WBA Asia itu sudah menyelesaikan program latihan dengan mitra tanding.

    "Program latihan sparring sudah selesai dan sekarang tinggal menjaga kondisi saja," kata Yordan, yang memiliki rekor bertarung 38 kali menang (26 di antaranya dengan KO) dan tiga kali kalah.

    Ketika sudah berada di Inggris, ia juga tidak akan melakukan latihan dengan mitra tanding dan hanya menjalani latihan-latihan ringan. "Kami tidak membawa teman petinju untuk mitra tanding di sana," katanya.

    Daud Yordan bersama pelatihnya Pino Bahari dijadwalkan berangkat ke Inggris pada 1 November mendatang. "Saya hanya berangkat dengan pelatih, kemudian beberapa hari tim kita juga menyusul termasuk yang ada di Spanyol," katanya.

    Untuk pertandingan nanti, ia menargetkan kemenangan. "Saya memang memasang target memukul KO lawan saya. Tetapi sampai ronde ke berapa, belum bisa diprediksikan. Yang jelas target saya menang KO," katanya.

    Ia dan pelatih Pino Bahari sudah mempelajari gaya bertarung lawan melalui rekaman video pertarungannya. "Dia (Anthony Crolla) seorang bertinju dengan gaya ortodox, artinya sehabis memukul terus lari atau istilahnya jual-beli pukulan," kata petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Batat, itu.

    Untuk menghadapi petinju seperti itu, kata dia, dirinya akan menerapkan strategi untuk langsung menekan lawan sejak ronde-ronde awal. "Saya akan langsung menyerang dari awal dan berusaha tidak memberi ruang kepada lawan untuk melancarkan pukulan," katanya.

    Pertarungan melawan petinju Inggris ini merupakan yang kedua kalinya bagi Daud Yordan. Sebelumnya, Daud Yordan mengalahkan petinju asal Mongolia yang menetap di Inggris, Choi Tseveenpurev.

    Daud Yordan kini menempati peringkat kedua penantang kelas ringan (61,2 kilogram) WBA sedangkan calon lawannya menempati peringkat keempat. Crolla memiliki rekor bertarung 33 kali menang (13 di antaranya dengan KO), enam kali kalah, serta tiga kali seri.

    Daud Yordan menjalani pertarungan terakhir pada 23 April 2018 saat mengalahkan petinju tuan rumah Pavel Malikov dengan KO pada ronde kedelapan di DIVS Ekaterinburg, Rusia. Sedangkan Crolla menjalani pertarungan terakhir setelah menang atas Edson Ramirez (Meksiko) di Inggris, 31 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.