Bursa Ketua KONI Pusat: Marciano Norman Klaim Didukung 35 Cabang

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, JakartaMarciano Norman merasa senang dirinya mendapat cukup dukungan dari induk-induk cabang olahraga, dalam misi pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023. Dia yakin mampu bersaing dalam bursa Ketua Umum KONI Pusat.

    Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat 2019-2023 akan digelar bersamaan dengan Musyawarah Nasional (Munas) KONI Pusat, yang menurut rencana digelar di Jakarta pada 2 Juli mendatang.

    Baca: Calon Ketua Umum KONI Berseliweran, KONI DIY Sebut 3 Kriteria

    “Syarat minimal pencalonan Ketua Umum KONI Pusat adalah mendapatkan dukungan dari 21 induk cabang  olahraga. Sampai hari ini  saya sudah mendapatkan dukungan dari 35 cabang olahraga, dan untuk itu saya merasa sangat bersyukur,” ujar Marciano di Jakarta, Sabtu 15 Juni 2019.

    “Saya masih punya beberapa hari lagi untuk meyakinkan untuk meyakinkan cabang olahraga lain agar bersedia bergabung dan memberikan dukungan,” ujar Marciano lagi.

    Marciano Norman adalah purnawirawan Letnan Jenderal TNI AD, dengan jabatan publik terakhir adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Dalam karier kemiliteran, pria kelahiran Banjarmasin 28 Oktober 1954 itu pernah menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengawal Presiden (2008-2010), Panglima Kodam Jaya (2010-2011), dan Komandan Kodiklat TNI AD (2011).

    Baca: Muddai Madang Calonkan Diri Sebagai Ketua Umum KONI Pusat

    Marciano menjabat sebagai Kepala BIN saat Indonesia dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2011-2014), dan Presiden Joko Widodo (2014-2015).

    Dalam bidang keolahragaan, Marciano Norman pernah menjadi Ketua Inkai Kalimantan Barat, Pembina Persatuan Olahraga Berkuda Indonesia (Pordasi), serta Ketua Umum PB Taekwondo Indonesia (PB TI) selama dua periode 2011-2015 dan 2015-2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.