Hadapi Laga Tinju Dunia, Begini Cara Latihan Daud Yordan di Bali

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daud Yordan sedang berlatih bersama pelatihnya, Pino Bahari di Manchester menjelang laga tinju dunia melawan Anthony Crolla di kota tersebut pada Sabtu 10 Desember 2018. (istimewa)

    Daud Yordan sedang berlatih bersama pelatihnya, Pino Bahari di Manchester menjelang laga tinju dunia melawan Anthony Crolla di kota tersebut pada Sabtu 10 Desember 2018. (istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Indonesia pemegang gelar WBO Intercontinental kelas ringan (61,2 kilogram), Daud Yordan, fokus menjalani latihan program penguatan tubuh sebagai persiapan menghadapi laga tinju dunia lawan boxer Afrika Selatan Michael Moekoena di Malang, Jawa Timur, 17 November 2019.

    "Latihan dengan mitra tanding atau sparring partner belum. Masih fokus pada program penguatan tubuh," kata Daud Yordan ketika dihubungi dari Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu malam.

    Menurut petinju dengan rekor bertarung 39 kali menang (27 di antaranya dengan KO dan empat kali kalah tersebut, penguatan tubuh tersebut dilakukan dengan cara berlatih pada pagi hari penuh untuk penguatan otot-otot tangan dan perut.

    Kemudian, petinju Sasana Kayong Utara, Kalimantan Barat tersebut, menjalani latihan teknik pada sore harinya yang bertujuan untuk peningkatan daya tahan tubuh.

    Daud Yordan mengungkapkan sampai sekarang belum melihat rekaman pertarungan calon lawannya itu karena masih fokus dengan latihannya.

    Daud Yordan sudah beberapa hari ini menjalani latihan di Bali di bawah asuhan Pelatih Pino Bahari untuk persiapan laga tersebut.

    Managing Director Mahkota Promotion, Urgyen Rinchen Sim, mengatakan, pertarungan antara Daud Yordan melawan sang petinju asal Afrika Selatan itu memperebutkan titel badan tinju dunia IBA Super Lightweight World Title dan WBO Oriental.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.