Tinju Dunia: Begini Rencana Pertarungan Daud Yordan Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Daud Yordan (kanan) memukul petinju Afrika Selatan Michael Mokoena (kiri) dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, Ahad, 17 November 2019. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    Petinju Daud Yordan (kanan) memukul petinju Afrika Selatan Michael Mokoena (kiri) dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tinju kelas ringan super 63,50 kilogram versi International Boxing Association (IBA) dan World Boxing Organization (WBO) di Batu, Jawa Timur, Ahad, 17 November 2019. ANTARA/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Mahkota Promotions, Gustiantira Alandy mengungkapkan rencana laga tinju dunia yang bakal dilakoni Daud Yordan pada 2020.

    Menurut pria yang akrab disapa Tira itu, Daud dijadwalkan untuk melakoni tiga pertarungan pada tahun depan. Laga tersebut kemungkinan akan digelar di Singapura.

    “Mungkin sekitar Maret 2020 Daud akan naik ring lagi. Saya merencanakan Daud untuk tiga kali bertanding di tahun 2020. Mungkin tanding di Singapura untuk laga pertama 2020, namun kita lihat lagi nanti perkembangannya” ujar Tira.

    Tira juga merencanakan Daud untuk fokus di badan tinju WBO, dalam upaya memperbaiki peringkat penantang.

    “Saat ini gelar IBA milik Daud masih aman, dan saya pikir lebih baik ganti fokus ke WBO. Jadi kemungkinan dia akan melakoni pertarungan perbaikan peringkat,” kata Tira lagi, Selasa lalu.

    Daud Yordan terakhir kali bertanding di Kota Batu, Jatim pada 17 November 2019. Dia memang TKO ronde 8 atas Michael Mokoena dari Afrika Selatan dalam perebutan gelar juara kelas ringan super versi badan tinju dunia IBA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.