ASEAN Para Games Diundur Lagi Gara-Gara Wabah Virus Corona

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) mengikuti pemusatan latihan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Lapangan Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Desember 2019. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum dalam ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina mendatang. ANTARA

    Sejumlah atlet National Paralympic Committee (NPC) mengikuti pemusatan latihan ASEAN Para Games (APG) 2020 di Lapangan Universitas Sebelas Maret, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Desember 2019. National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menargetkan untuk mempertahankan gelar juara umum dalam ASEAN Para Games (APG) 2020 di Filipina mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - ASEAN Para Games 2020 yang seharusnya digelar pada 21-27 Maret di Filipina kembali diundur di tengah kekhawatiran penyebaran wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, China.

    Penundaan ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya juga sempat diundur yang semula dijadwalkan pada 18-24 Januari menjadi 21-27 Maret dengan alasan kendala keuangan dan logistik.

    Keputusan ini dilakukan sebagai langkah preventif dari Panitia Penyelenggara terkait penyebaran wabah virus corona, juga demi keselamatan dan keamanan para peserta.

    Panitia penyelenggara ASEAN Para Games 2020, melalui surat resmi bernomor APSF/BoG Secretariat/2020/001 tertanggal 10 Februari 2020 menyampaikan hal tersebut kepada Presiden Komite Paralimpiade Indonesia (NPC) Senny Marbun.

    "Demi kepentingan kesehatan, keselamatan, dan keamanan para peserta, kami menginformasikan keputusan komite yang merekomendasikan penundaan ASEAN Para Games 2020 di tengah risiko wabah virus corona," kata Presiden ASEAN Para Games Filipina (APSF) Osoth Bhavilai dalam pernyataan tertulisnya.

    Panitia, hingga kini masih belum memutuskan penjadwalan ulang penyelenggaraan ASEAN Para Games 2020. Namun, mereka memastikan akan mengonfirmasinya kepada APSF dan para anggota NPC Asia Tenggara paling lambat 60 hari sebelum peluncuran APG 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.