Palembang Triathlon 2020: Jauhari Johan Kembali Juara

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan atlet profesional maupun pendatang baru menyemarakkan ajang

    Ratusan atlet profesional maupun pendatang baru menyemarakkan ajang "Palembang Triatlon" yang mulai digelar hari ini di Jakabaring Sport City, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 22 Februari 2020. Jauhari Johan, pelari nasional terlihat diantara ratusan peserta lainnya. PARLIZA HENDRAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet nasional Jauhari Johan menjuarai ajang Palembang Triathlon 2020 pada kategori Elite Man. Ia kembali menjadi yang terbaik di ajang ini setelah berhasil finis terdepan dengan catatan waktu 2:05:00 detik di Kompleks Olahraga Jakabaring Sport City, Palembang, Sabtu.

    Juara Palembang Triathlon 2019 ini kembali menunjukkan dominasinya setelah berhasil menyalip pesaing terdekatnya Blake Kappler asal Australia pada race lari. Jauhari membukukan catatan waktu untuk lintasan renang 24:05 detik, sepeda 1:02:43 detik, lari 36:46 detik.

    Blake yang unggul pada lintasan renang pada akhirnya harus puas pada urutan kedua dengan catatan waktu 2:06:18 detik (renang 21:07 detik, sepeda 1:03:00 detik, lari 40:49 detik), disusul M Ahlulfirman 2:07:46 detik (renang 21:53 detik, sepeda 1:04:04 detik, lari 40:25 detik).
    yang berada para urutan ketiga.

    “Saya tertinggal di renang sekitar tiga menit, dan mulai mengimbangi di sepeda dan membuat selisih waktu tersisa satu menit. Lalu saat di race lari, saya ‘geber’ habis,” kata Jauhari yang diwawancarai setelah perlombaan.

    Pada pertandingan triathlon yang memadukan tiga tangkai olahraga sekaligus, yakni renang sejauh 1.500 meter, balap sepeda 40 km, dan lari 10 km itu, Jauhari mengaku sangat tertantang mengingat Blake Kappler juga ambil bagian. Atlet asal Australia itu sebelumnya menjadi yang tercepat pada Bali Triathlon pada November lalu.

    Sejak awal lomba, Joe, sapaan akrabnya, sudah membuat strategi untuk mengalahkan Blake, yakni memperkecil jarak di lintasan sepeda dan menghabiskan energi di lintasan lari.

    Kepercayaan diri ini muncul, tak disangkal karena ia mantan pelari jarak jauh 5.000 meter dan 10.000 meter yang sempat meriah medali perak SEA Games 2011.

    Selain itu, yang tak kalah penting, arena perlombaan ini amat familier karena Joe merupakan atlet asal Sumatera Selatan yang sehari-hari berlatih di Kompleks JSC.

    “Memang saya kurangnya di renang, karena memang bukan perenang. Tapi di sepeda dan lari, saya sangat yakin,” kata peraih medali emas SEA Games Fhilipina 2019 ini.

    Palembang Triathlon merupakan bagian dari Indonesia Triahtlon Series 2020, yang direncanakan akan berlangsung dalam enam seri.

    Selain di Palembang, juga digelar di Jakarta City Triathlon (Juni), Bandung City Triathlon (Agustus), Belitung Triathlon (September), Mandalika Triathlon (Oktober) dan Pariaman Triathlon (November).

    Bagi Joe, sapaan akrab Jauhari, ajang Indonesia Triathlon Series ini amat penting karena menjadi kesempatan baginya untuk mendapatkan tiket berlaga kembali pada SEA Games tahun 2021.

    Saat ini, atlet nasional sedang berlomba-lomba mengumpulkan poin untuk kembali memperkuat Tim Nasional Triahtlon. “SEA Games masih lama, saya rasa kesempatan masih sangat terbuka,” kata dia.

    Palembang Triathlon mulai digelar Sabtu (22 Februari) hingga Minggu (23 Februari) yang menjadi ajang pembuka Indonesia Triathlon Series (ITS) 2020.

    Pada hari pertama, Palembang Triathlon mempertandingkan kategori Elite (atlet nasional), Military (anggota TNI dan Polri) dan Youth (14-16 tahun). Peserta kategori Elite dan Military masing-masing akan berenang 1.500 m, bersepeda 40 km dan berlari 10 km. Sementara kategori Youth berenang 300 m, bersepeda 10 km dan berlari 3 km.

    Pada hari kedua, Palembang Triathlon mempertandingkan kategori kelompok umur (Age Group), yakni kelompok umur: 17-23, 24-29, 30-34, 35-39, 40-44, 45-49, 50-54, 55-59 dan 60 tahun ke atas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.