Fury Dituduh Masukkan Benda di Sarung Tinju Saat Kalahkan Wilder

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tuson Fury saat melawan Deontay Wilder dalam perebutan gelar juara tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 23 Februari 2020. Reuters

    Tuson Fury saat melawan Deontay Wilder dalam perebutan gelar juara tinju dunia kelas berat di Las Vegas, 23 Februari 2020. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tyson Fury membantah tudingan bahwa ia menyembunyikan benda tumpul di sarung tinjunya ketika melawan Deontay Wilder, Februari lalu.

    Fury mendominasi Wilder dalam pertandingan ulang di Las Vegas dan menjatuhkan Wilder di ronde ketujuh untuk meraih gelar WBC-nya.

    Tudingan terhadap Fury itu dikemukakan saudara Wilder, Marsellos Wilder. "Dokter menemukan luka lekukan di kepala Deontay.  Ini karena benda tumpul mengenai kepalanya dalam pertarungan terakhirnya," kata Marsellos.

    "Tidak ada sarung tangan atau kepalan tangan yang dapat menyebabkan kerusakan, menurut otopsi."

    "Ayahku pernah mengatakan kepadaku jika kamu menodongkan pistol ke seseorang, kamu lebih baik membunuh mereka. Karena jika tidak melakukannya, mereka akan kembali dan membunuh Anda. Raja akan bangkit kembali. Kami datang mencari darah. ”

    Fury menanggapi dengan marah pernyataan Marcellos "Saya baru saja membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa saya mungkin menyembunyikan beberapa benda tumpul di sarung tinju saya, ya, dua kapal perusak seberat 125 kg di setiap sarung tinju saya."

    Menurut dia, kecurangan seperti itu tidak bisa terjadi karena pelatih Wilder, Jay Deas dan wakil Komisi Negara Bagian Las Vegas berada di ruangan saat ia mengenakan sarung tinju.

    “Jay Deas ada di ruangan ketika tangan saya dibungkus, dia memeriksanya, dia ada di sana ketika saya mengenakan sarung tinju, memeriksanya dan juga semua orang ada yang di ruangan itu."

    Wilder dan Fury akan menjalani pertarungan trilogi, namun waktunya belum diputuskan. Di luar itu, Fury sudah sepakat dengan Anthony Joshua untuk berhadapan tahun depan.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.