Hasil Tinju Dunia: Pukul KO Miguel Berchelt, Oscar Valdez Rebut Gelar WBC

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Meksiko Oscar Valdez. (instagram/@oscarvaldez56)

    Petinju Meksiko Oscar Valdez. (instagram/@oscarvaldez56)

    TEMPO.CO, Jakarta - Oscar Valdez berhasil merebut gelar juara tinju dunia kelas bulu super WBC. Petinju Meksiko itu mengalahkan rekan senegaranya yang merupakan juara bertahan Miguel Berchelt dalam pertarungan di MGM Grand Conference Center, Paradise, Nevada, Amerika, Sabtu,

    Oscar Valdez, 30 tahun, tampil dominan. Ia menjatuhkan Berchelt tiga kali, sekali pada ronde keempat dan dua kali pada ronde ke-10.

    Ketika jatuh ketiga kalinya, Berchelt gagal bangun kembali. Valdez menang KO. Sedangkan Berchelt harus dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.

    Valdez merebut sabuk WBC yang digenggam Berchelt sejak 2017. Kini, ia memegang dua sabuk juara sekaligus. Ia juga memegang gelar juara kelas bulu WBO sejak 2016.

    Bagi Valedez, hasil itu menjawab kritikan semua pihak yang selama ini meragukannya. "Tidak ada yang lebih baik dalam hidup selain membuktikan bahwa orang salah. Saya memiliki daftar orang yang meragukan saya, "kata dia.

    “Saya sangat senang sekarang, saya hampir bisa melakukan backflip seperti (Juara dunia ringan) Teofimo Lopez.”

    Baca Juga: Anthony Joshua vs Deontay Wilder Baru Akan Bertarung pada 2022

    Valdez, yang ditangani pelatih bertangan dingin Eddy Reynoso, memastikan kesempurnaan catatan bertinjunya. Ia tak terkalahkan dalam 29 pertandingan dengan meraih 23 KO.

    Miguel Berchelt mengalami kekalahan pertamanya dalam tujuh tahun terakhir, yang kedua dalam kariernya. Rekor tinju dunia miliknya kini menjadi 38-2 (34 KO).

    BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.