Tinggalkan Yamaha, Ini Dua Opsi Bagi Maverick Vinales di MotoGP 2022

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales memacu motornya dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    Pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales memacu motornya dalam balapan MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Misano Marco Simoncelli, Misano, Italia, Ahad, 20 September 2020. REUTERS/Jennifer Lorenzini

    TEMPO.CO, JakartaYamaha dan Maverick Vinales akan berpisah setelah MotoGP musim 2021. Kedua pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak lebih awal.

    "Menyusul permintaan Maverick Vinales, Yamaha telah sepakat untuk memajukan akhir dari kontrak berdurasi dua tahun yang ada saat ini," demikian pernyataan resmi tim Monster Energy Yamaha pada Senin.

    Maverick Vinales bergabung dengan Yamaha pada 2017 untuk menggantikan Jorge Lorenzo dan sejauh ini telah memenangi sembilan Grand Prix berseragam tim dengan logo tiga garpu tala itu.

    Saat ini Vinales menghuni peringkat enam klasemen sementara dengan 95 poin, terpaut 61 poin dari Fabio Quartararo di puncak.

    "Kemitraan ini sangat penting bagi saya dalam lima tahun terakhir, dan berpisah terbukti menjadi keputusan yang sulit," kata Vinales.

    "Selama bersama di musim-musim itu, kami mengalami pencapaian yang sangat besar dan masa-masa sulit. Akan tetapi, perasaan yang mendasari adalah saling menghormati dan menghargai.

    "Saya akan berkomitmen penuh dan akan berusaha untuk mencapai hasil terbaik untuk sisa musim ini.

    Perpisahan itu membuka jalan bagi Vinales, yang baru saja naik podium kembali di Assen setelah juara di seri pembuka Qatar, untuk bergabung dengan tim lain yang masih belum melengkapi jajaran pembalap mereka untuk musim 2022 seperti Aprilia dan VR46.

    Rumor hengkangnya Vinales telah beredar sejak Sabtu sore di Assen namun waktu itu baik Yamaha maupun Aprilia tak memberi sanggahan maupun konfirmasi yang jelas.

    Bahkan Vinales mengatakan kabar itu "tidak benar" di jumpa pers pascalomba, tapi dia memberi alasan kenapa ia kemungkinan ingin pergi dari Yamaha.

    Hubungan Vinales dan Yamaha mencapai titik terendah ketika sang pebalap Spanyol finis terakhir di Grand Prix Jerman, di Sirkuit Sachsenring.

    Itu merupakan hasil terburuk bagi Vinales sejak kemenangan dia di Qatar awal musim ini.

    Lima hari setelah kemurungan di Sachsenring, Vinales memuncaki tiga sesi latihan di Assen, meraih pole, dan finis runner-up di belakang rekan satu Fabio Quartararo.

    Kurangnya penjelasan teknis soal perubahan dramatis dalam performa itu diisukan menjadi salah satu hal yang mengurangi kepercayaan antara pebalap dan tim.

    "Sedih mengetahui kami akan berpisah dengan Maverick pada akhir tahun ini," kata managing director Yamaha Motor Racing Lin Jarvis.

    "Setelah GP Jerman, yang menjadi akhir pekan tersulit dalam kemitraan kami, kami melakukan diskusi penting di Assen dan mendapat kesepakatan bahwa akan menjadi kepentingan kedua pihak berpisah di masa depan.

    "Yamaha akan berupaya maksimal, seperti yang selalu kami lakukan, untuk mendukung penuh Maverick dan menyelesaikan musim ini dengan cara sebaik mungkin."

    Aprilia menjadi satu-satunya tim pabrikan yang bisa menjadi opsi bagi Vinales untuk 2020 di mana ia bisa bergabung kembali dengan kawan sekaligus mantan rekan satu timnya di Suzuki, Aleix Espargaro.

    Kendati Aprilia mengalami progress yang sangat besar tahun ini, RS-GP masih tetap menjadi motor yang paling lemah di grid dengan hasil terbaik musim ini di P6 di saat lima motor pabrikan lain pernah menangi balapan tahun lalu.

    Selain itu, menjadi rekan Luca Marini di tim VR46 milik Valentino Rossi menjadi opsi terakhir bagi Vinales.

    VR46 pekan lalu resmi menggandeng sponsor Aramco dari Arab Saudi untuk berkompetisi di MotoGP tahun depan menggunakan motor Ducati.

    Sementara itu, satu bangku di tim pabrikan Yamaha tersedia bagi calon rekan Quartararo untuk 2022, demikian pula potensi bangku kosong di Petronas Yamaha SRT yang saat ini ditempati oleh Valentino Rossi.

    Rookie Moto2 Raul Fernandez juga dikabarkan menjadi rebutan antara Yamaha dan KTM untuk naik kasta ke MotoGP tahun depan. Motorsport.com melaporkan Fernandez akan dipromosikan ke tim Tech3 KTM menyusul rekan satu timnya saat ini Remy Gardner yang telah dipinang terlebih dahulu ke kasta premier

    Sementara Franco Morbidelli, yang masih memiliki kontrak dengan Petronas Yamaha untuk MotoGP 2022, menjadi salah satu opsi memungkinkan untuk bermitra lagi dengan Quartararo.

    Baca Juga: Ini Kekesalan yang Mendorong Vinales Tinggalkan Yamaha


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pentingnya Air Putih Setelah Anda Makan

    Makan tentu tak nikmat bila tidak minum air putih setelahnya. Selain nikmat, air putih juga memiliki khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh.