Nadal: Saya Selalu Bermimpi Juara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal. REUTERS/Benoit Tessier

    Rafael Nadal. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO Interaktif, London - Rafael Nadal meraih kembali gelar tunggal putra Wimbledon hari Minggu setelah mengalahkan Tomas Berdych 6-3, 7-5, 6-4 di final. Petenis putra nomor satu dunia dari Spanyol itu terlalu tangguh bagi unggulan ke-12 dari Cheska tersebut di Centre Court dan jarang sekali mengalami kesulitan saat ia memenangi championship keduanya di All England Club.

    Dengan meraih Grand Slam kedelapan, Nadal menyamai prestasi yang dicapai Andre Agassi, Jimmy Connors, Ivan Lendl, Fred Perry, dan Ken Rosewall.

    Dan dengan bintang Swiss, Roger Federer, menunjukkan pertanda kelemahan, Nadal akan dapat secara mudah melebihi prestasi mereka.

    Lebih dari itu, "Raja Tanah Liat itu" menggarisbawahi penguasaannya di semua jenis lapangan dengan melengkapi kemenangannya kembali di Prancis Terbuka-Wimbledon di pertandingn final secara straight set.

    "Ini lebih dari mimpi bagi saya," kata Nadal.

    "Saya selalu bermimpi untuk bertanding di lapangan ini. Mengagumkan bertanding di final kali ini karena tahun lalu saya tidak bisa berada di sini.

    "Merupakan salah satu momen terberat dalam karir saya untuk absen di Wimbledon tahun lalu.

    "Trofi tersebut akan saya simpan di kamar tidur saya, sangat dekat dengan yang lainnya."

    Berdych mengatakan, "Ini merupakan dua pekan yang hebat bagi saya. Ia telah menunjukkan dalam beberapa pekan belakangan ini bahwa ia adalah juara sejati dan ia pantas menang.

    "Saya harap hal ini akan memberikan kepercayaan dan kekuatan tambahan bagi saya di tahun mendatang. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang.

    Tak terkalahkan di Wimbledon sejak final 2007, Nadal juara di tahun 2008 dengan mengalahkan Federer dalam pertarungan lima set, tetapi tidak dapat mempertahankan gelarnya tahun lalu karena cedera lututnya yang kronis.

    Tetapi, kemenangannya kali ini lebih mudah dibanding pertarungannya yang luar biasa dua tahun lalu melawan Federer.

    Unggulan kedua, Nadal, diuji di babak-babak awal turnamen tersebut, tetapi permainannya semakin meningkat sejak babak keempat dan seterusnya, yakni selalu menang mudah atas lawan-lawannya.

    Berdych melakukan kejutan di turnamen tersebut dengan mengalahkan juara enam kali Wimbledon, Federer, di perempatfinal, kemudian mengalahkan unggulan ketiga Novak Djokovic straight sets guna tampil untuk pertama kalinya di final Wimbledon.

    Tetapi, kali ini ia tidak dapat menampilkan kembali permainan gemilangnya dan dikalahkan dalam waktu dua jam dan 13 menit.

    Dengan kemenangan tersebut, Nadal mengantongi hadiah uang tunai sebesar satu juta pound (1,5 juta dolar AS), sementra Berdych mendapat 500.000 pound.

    ANT | BS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.