Mayweather Jr, Pretty Boy dengan Harta Rp 2,6 Trilliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr., berlatih tinju bersama pamannya  Roger Mayweatherd saat latihan di Las Vegas, 14 April 2015. Mayweather akan melawan Manny Pacquiao di  tinju kelas welter pada 02 Mei 2015. AP/John Locher

    Petinju asal Amerika Serikat Floyd Mayweather Jr., berlatih tinju bersama pamannya Roger Mayweatherd saat latihan di Las Vegas, 14 April 2015. Mayweather akan melawan Manny Pacquiao di tinju kelas welter pada 02 Mei 2015. AP/John Locher

    TEMPO.COLas Vegas - Floyd Mayweather Jr, 38 tahun, yang akan menghadapi Manny Pacquiao pada perebutan penyatuan gelar juara dunia tinju kelas welter di Las Vegas, Minggu pagi, 3 Mei 2015, mendapat julukan “Pretty Boy” saat bermain pada level amatir karena jarang terluka di atas ring. Rekor bertandingnya adalah 84-6 dan pernah tiga kali menjadi juara nasional dan meraih perunggu pada Olimpiade Atlanta 1996.

    Melakukan debut profesional sejak 2006, Mayweather sudah 47 kali bertanding dan selalu menang, termasuk 26 kali dengan KO. Dalam prosesnya, ia meraih gelar pada lima kelas berbeda di kelas menengah. Petinju yang pernah dia kalahkan antara lain Marcos Maidana, Saúl Álvarez, Robert Guerrero, Miguel Cotto, Shane Mosley, Juan Manuel Márquez, Ricky Hatton, Oscar De La Hoya, Carlos Baldomir, dan Zab Judah.

    Saat ini gelar yang masih disandangnya adalah juara dunia kelas welter versi WBC, Super WBC, dan Super WBA. Kariernya yang cemerlang membuat ia bergelimang uang. Ia sudah mengumpulkan sekitar US$ 410 juta (Rp 5,3 triliun). Pada 2014, Forbes menempatkannya sebagai atlet terkaya sejagat dengan jumlah kekayaan US$ 205 juta (Rp 2,6 triliun).

    AP | REUTERS | DAILY MAIL | NURDIN SALEH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?