Landasan Gantole Singajaya Makin Populer  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landasan yang dibangun pada 2010 itu bisa dicapai dengan berjalan kaki, maupun dengan kendaraan bermotor, roda dua dan empat.

    Landasan yang dibangun pada 2010 itu bisa dicapai dengan berjalan kaki, maupun dengan kendaraan bermotor, roda dua dan empat.

    INFO PON - Sejak diumumkan menjadi salah satu venue penyelenggaraan PON XIX/2016, landasan gantole di dataran tinggi Kampung Cihurang, Desa Singajaya, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat ini makin ramai dikunjungi pelancong. Tiap hari, terutama pada Sabtu, Minggu, atau hari libur, ratusan hingga ribuan pengunjung datang ke kawasan ini.

    Landasan gantole di ketinggian 1063 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini memang memiliki pemandangan indah. Sejauh mata memandang, pengunjung dimanjakan dengan keindangan cekungan Bandung Raya, hamparan sawah, dan Waduk Saguling yang kebiruan. Tak heran, masyarakat yang  gandrung swafoto dan pamer foto-foto melancong di media sosial memanfaatkan benar pemandangan ini sebagai latar foto selfie, maupun wefie.

    "Kami senang-senang saja. Kampung jadi ramai, apalagi nanti kalau PON berlangsung," kata  Tatang, warga setempat.

    Kehidupan masyarakat setempat pun menggeliat. Roda perekonomian mulai berputar. Banyaknya pengunjung menguntungkan masyarakat Singajaya. Mereka dapat berjualan aneka macam makanan dan camilan, atau menggunakan jasa mereka sebagai  tukang parkir.

    Harga lahan-lahan yang berada di sekitar pembangunan take off gantole di puncak Bukit Pasir Panjang pun meroket. Lahan yang berdampingan dengan gedung atlet dan pelatih berteduh gantole, misalnya, ada yang berani membeli seharga Rp 3 juta per tumbak atau per 14 meter persegi. Padahal sekitar dua tahunan sebelumnya, harga lahan tersebut hanya Rp 100 ribu per tumbak.

    Mereka yang mengincar lahan di sekitar kawasan ini rata-rata membeli untuk keperluan membangun warung atau tempat peristirahatan.

    Landasan Gantole Singajaya yang dibangun pada 2010 itu bisa dicapai dengan berjalan kaki, maupun dengan kendaraan bermotor, roda dua dan empat. Untuk yang senang berjalan kaki, trek yang bisa digunakan adalah jalur Curug Sawer, jalur dari Saar, atau jalur dari dekat Balai Desa Singajaya. Meski mendaki, jalur yang dilalui cukup teduh oleh rimbunnya pepohonan di kedua sisi jalan. Sambil berjalan, kita juga bisa menghirup udara pegunungan yang sejuk dan segar.

    Bila Anda menggunakan kendaraan,  bisa masuk dari arah Desa Tanjungjaya, melewati Kidang Pananjung. Namun pengendara, terutama kendaraan roda empat, harus berhati-hati karena jalannya sempit dan menanjak, serta berkelok-kelok. Jika berpapasan dengan kendaraan lain di depan, harus bisa menepikan kendaraan di tempat yang lebih luas. Meski begitu, jalur ini juga memiliki pemandangan yang tak kalah indahnya dengan jalur trekking.

    **


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?