Kejurnas Bulu Tangkis PBSI Ajang Balas Jasa Atlet

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pebulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamulyo, memprotes pasangan Ganda Denmark, Mads Conrad Petersen / Mads Pieler, saat turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, 6 Juli. Kevin bahkan sempat mengacungkan jempol ke bawah kepada pasangan Denmark itu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Pebulu tangkis Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamulyo, memprotes pasangan Ganda Denmark, Mads Conrad Petersen / Mads Pieler, saat turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, 6 Juli. Kevin bahkan sempat mengacungkan jempol ke bawah kepada pasangan Denmark itu. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar kejuaraan nasional (Kejurnas) di ujung tahun 2018. Seperti tahun sebelumnya, para pemain yang bergabung di pemusatan latihan nasional turun gunung untuk membela klubnya masing-masing.

    Atlet seperti Anthony Sinisuka Ginting, Kevin Sanjaya Sukamulyo, Hendra Setiawan, dan Greysia Polii akan menghadapi sesama rekan mereka di Pelatnas. Tidak menutup kemungkinan para pemain elit yang sudah mempunyai rangking dunia bentrok dengan pemain taruna (junior).

    Ketua Harian Perkumpulan Bulu tangkis Jaya Raya Imelda Wiguna mengatakan Kejurnas merupakan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan loyalitasnya. Bila selama setahun atau dua tahun lebih para pemain elit membela negara, ucapnya, maka Kejurnas merupakan momen menjaga nama baik klub.

    "Meski sering main di level internasional (membela negara), klub tetap bangga. Menang kami kasih bonus juga," kata Imelda kepada Tempo, Selasa, 18 Desember 2018.

    Pemain tunggal putra Anthony Ginting menyatakan membela klub di Kejurnas menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, hanya setahun sekali ia tampil berseragam klub. "Saya bangga bela klub," ucap pemain SGS PLN Bandung itu usai tampil di laga perdana Tiket.com Kejurnas PBSI 2018.

    Di sisi lain, lanjut Anthony, para pemain yang tampil di Kejurnas tidak bisa dianggap remeh. Menurut dia, kelebihan para pemain yang turun di Kejurnas sudah saling mengenal satu sama lain. "Lawan juga mainnya lebih lepas," tuturnya.

    Sementara pemain ganda Hendra Setiawan menilai klub-lah yang menjadi pintu pertama membesarkan para atlet. Oleh sebab itu, atlet harus tampil maksimal kendati bermain di Kejurnas. "Kejurnas (beregu) kan dua tahun sekali dan kami tidak selamanya bisa membela klub," kata Hendra yang membela klub Jaya Raya.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.