Zohri Diharapkan Jadi Atlet Indonesia Pertama Tembus 9 Detik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lalu Muhammad Zohri. REUTERS/Beawiharta

    Lalu Muhammad Zohri. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri diharapkan menjadi atlet Indonesia pertama yang sukses mencetak rekor catatan waktu 9 detik untuk nomor 100 meter mengingat prestasinya saat ini terus menanjak.

    "Itu harapan kami ke Zohri. Namun, prosesnya harus sesuai dengan tahapan usianya," kata mantan sprinter nasional Suryo Agung Wibowo saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

    Baca: Kejuaraan Atletik Asia: Zohri Raih Perak dan Pecahkan Rekornas

    Lalu Muhammad Zohri baru saja memecahkan rekor nasional (rekornas) bahkan Asia Tenggara untuk nomor 100 meter dengan catatan waktu 10,13 detik. Rekor sebelumnya dipegang oleh Suryo Agung Wibowo dengan catatan waktu 10,17 detik.

    Atas prestasi tersebut, mantan manusia tercepat di Asia Tenggara itu berharap prestasi yang diraih Zohri menjadi motivasi untuk menghadapi kejuaraan yang levelnya lebih tinggi seperti kejuaraan dunia hingga Olimpiade 2020 Tokyo Jepang.

    Baca: Atletik: Rekornya Dipecahkan Zohri, Begini Kata Suryo Agung

    Namun, pria yang saat ini menjadi PNS di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ini meminta proses persiapannya jauh lebih matang. Apalagi potensi yang dimiliki Zohri untuk menembus angka 9 detik cukup terbuka.

    "Semoga harapan kami itu bisa terealisasi," kata pria kelahiran Surakarta, 8 September 1983 itu.

    Meski prestasinya terus menanjak bukan berarti Zohri tanpa kendala. Pelatih lari jarak pendek PB PASI Eni Nuraeni sebelumnya menjelaskan jika atlet berusia 19 tahun ini masih masalah untuk start.

    "Asal kelemahannya khususnya di start bisa diperbaiki, Zohri pasti bisa menembus jajaran atlet dengan waktu di bawah 10 detik. Saya biarkan latihannya mengalir saja, tidak ditekan," kata Eni


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.