Tinju Dunia: Ogah Gegabah, Manny Pacquiao Tak Janjikan KO Thurman

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petinju Manny Pacquiao, memasukan pukulannya kearah lawannya Adrien Broner dalam pertandingan perebutan gelar dunia kelas Welter WBA di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, 20 Januari 2019. Joe Camporeale-USA TODAY Sports

    Petinju Manny Pacquiao, memasukan pukulannya kearah lawannya Adrien Broner dalam pertandingan perebutan gelar dunia kelas Welter WBA di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, 20 Januari 2019. Joe Camporeale-USA TODAY Sports

    TEMPO.CO, Jakarta - Manny Pacquiao tidak menjanjikan sebuah kemenangan KO dalam laga tinju dunia menghadapi Keith Thurman, yang dijadwalkan digelar di Las Vegas pada Sabtu 20 Juli 2019. Pertarungan tersebut merupakan perebutan sabuk juara super WBA di kelas welter.

    Pacquiao punya alasan untuk tidak memberikan janji kemenangan KO, seperti yang dilakukan Thurman. Dalam kesempatan wawancara dengan media, Thurman berjanji akan menuntaskan laga sebelum ronde ke-6.

    “Saya tidak menjanjikan sebuah kemenangan KO. Itu semua hanya karena saya tidak mau berbuat ceroboh dalam pertarungan. Saya ingin bertanding dengan cermat dan hati-hati, namun jika ada peluang untuk menang KO tentu akan saya maksimalkan,” ujar bintang tinju asal Filipina tersebut.

    Kekalahan KO memang bukan barang baru bagi Pacman, julukan Pacquiao. Dari tujuh kekalahan yang dia derita, tiga di antaranya lewat KO. Ketiga kekalahan KO Pacquiao itu diderita dari Rustico Torecampo (1996), Medgoen Singsurat (1999), dan Juan Manuel Marquez (2012).

    Juara kelas welter WBC, Keith Thurman melepaskan upper cut ke wajah Josesito Lopez dalam laga di Barclay Center Brooklyn, New York pada Sabtu malam 26 Januari 2019 atau Minggu pagi WIB. (Stephanie Trapp/TGB Promotions)

    Sebaliknya dalam 10 laga terakhir sejak 2013, Pacquiao hanya sekali menang TKO. Kemenangan KO terakhir bintang tinju asal Filipina berusia 40 tahun itu didapatkan saat menghadapi Lucas Matthysse di Kuala Lumpur pada 15 Juil 2018. Pacquiao membuat Matthysse menyerah di ronde 7 dalam laga perebutan gelar kelas welter WBA.

    Jika Pacquiao tidak sesumbar bakal meraih kemenangan KO, pelatihnya Freddie Roach justru yakin petinjunya mampu menuntaskan laga lebih cepat dari yang dijadwalkan sebanyak 12 ronde.

    “Thurman memang masih muda dan kuat, namun dia belum mencapai level setara dengan Manny. Lagi pula dia hanya dua kali naik ring dalam 2,5 tahun terakhir. Ini tentu bukan situasi yang bagus untuk kesiapan fisik dan mentalnya,” ujar Roach, pelatih berpengalaman yang sudah menangani Pacquiao selama hampir 20 tahun.

    Menghadapi laga tinju dunia nanti, Keith Thurman (30 tahun) punya keuntungan selisih usia yang 10 tahun lebih muda dibandingkan Manny Pacquiao. Namun dari sisi pengalaman, petinju belasteran Afro Amerika-Irlandia ini kalah. Thurman punya rekor mulus 29-0-0 (22 KO), sedangkan Pacquiao 61-7-2 (39 KO).

    FIGHTNEWS | BOXREC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.