Hadapi Khabib Nurmagomedov, Dustin Poirier Suka Status Underdog

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov (Kiri) dan Dustin Poirier dalam jumpa pers menjelang laga mereka dalam UFC 242 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 7 September 2019. (Zuffa LLC/Mirror)

    Khabib Nurmagomedov (Kiri) dan Dustin Poirier dalam jumpa pers menjelang laga mereka dalam UFC 242 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 7 September 2019. (Zuffa LLC/Mirror)

    TEMPO.CO, Jakarta - Petarung mixed martial arts (MMA) Khabib Nurmagomedov diperkirakan akan mendapat dukungan penuh dari penonton saat menghadapi Dustin Poirier. Kedua petarung bakal saling berhadapan dalam perebutan gelar juara kelas ringan (70 kg) UFC 242 di Yas Island Abu Dhabi, Sabtu, 7 September 2019.

    Pelatih Poirier, Mike Brown, mengatakan status underdog membawa keuntungan bagi anak asuhnya. Brown mengatakan Poirier tak membutuhkan banyak dukungan untuk menghadapi petarung asal Rusia itu.

    "Saya tidak berpikir bahwa hal itu (dukungan penonton) terlalu penting. Pada akhirnya dua orang akan bertarung di dalam sangkar (oktagon) dan dukungan orang-orang tidak jadi masalah," kata Brown, mengutip MMA Fighting, Jumat, 6 September 2019.

    Brown menuturkan selalu ada tekanan bagi petarung yang mendapat dukungan penuh atau diunggulkan. Sementara bagi Poirier memilih fokus kepada kemampuannya. "Dia tidak membutuhkan orang lain untuk mendapat pengakuan betapa baiknya (dalam bertarung) dia," sebut Brown.

    Di laga besok, Brown sudah meminta Dustin Poirier agar mewaspadai keunggulan Khabib Nurmagomedov. Menurut dia, Khabib mempunyai kemampuan yang bagus dalam bergulat. Sementara Poirier diklaim unggul dalam hal stamina. "Saya pikir itu adalah salah satu atribut terbaik Dustin. Pengondisian dan kemauan yang keras," kata dia.

    MMA FIGHTING


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.