SEA Games 2019: Atlet Lompat Galah Ingin Pecah Rekor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet lompat galah putra Frederick Saputra (kiri) mengikuti Pelatnas Atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Atlet lompat galah Diva Renatta Jayadi dan Frederick Saputra telah diumumkan akan tampil pada ajang SEA Games 2019 mendatang di Filipina. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Atlet lompat galah putra Frederick Saputra (kiri) mengikuti Pelatnas Atletik di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Atlet lompat galah Diva Renatta Jayadi dan Frederick Saputra telah diumumkan akan tampil pada ajang SEA Games 2019 mendatang di Filipina. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet lompat galah putra, Fredrick Saputra mengatakan tidak mau mematok target muluk-muluk di SEA Games 2019. Menurut dia, persaingan merebut medali di nomor lompat galah cukup ketat. 

    Atlet berusia 23 tahun ini menyebut salah satu pesaing utama ialah atlet Filipina, Ernest John Obiena. Ia mempunyai catatan lompatan setinggi 5,81 meter. Berikutnya, ada atlet Thailand, Patsapong Amsam-Ang, yang memegang lompatan setinggi 5,55 meter.

    "Target di SEA Games pecah rekor saja. Pecahkan personal best 5,2 meter. Untuk medali berharap bisa perunggu," kata pria yang akrab disapa Erik, Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Frederick menuturkan mulai menjalani program khusus sebagai persiapan keberangkatan ke Manila. Latihan dilakukan dua kali yakni pagi dan sore. "Kami mulai spesifik khusus latihan itu banyak dari mulai speed dan beban," kata dia.

    Untuk teknik, ia sedang menjalani program awalan berlari jari pendek. "Latihan teknik itu seminggu dua kali harus teknik, lainnya harus speed dan beban," kata Fredrick.

    SEA Games 2019, kata dia merupakan kesempatan keduanya setelah turun di SEA Games 2017 di Kuala lumpur. Frederick mengaku tampil buruk pada dua tahun lalu. "Lompatan cuma 4,8 meter," ucap dia.

    Sebagai atlet lompat galah putra satu-satunya yang mewakili Indonesia, Fredrick mengaku terlambat untuk menekuni olah raga ini. Ia baru menekuni lompat galah pada tahun 2013 di usia 18 tahun.

    Fredrick baru mengenal lompat galah saat bergabung dengan klub Fajar Mas Murni. Sekitar lima bulan berlatih mendapat kesempatan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2013. "Dari situ saya langsung ditarik ke Pelatnas," kata dia.

    Selama Pelatnas, Erick mengatakan pernah dikeluarkan karena fokus kuliah. Ia kembali bergabung ke Pelatnas Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) usai menyumbang medali emas untuk DKI di PON 2016. " Kemudian berangkat ke SEA Games 2017 itu," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.