Tinju Dunia: Deontay Wilder Targetkan Pukul KO Ortiz Lebih Cepat

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deontay Wilder. (talksport.com)

    Deontay Wilder. (talksport.com)

    TEMPO.CO, JakartaDeontay Wilder menargetkan bisa memukul KO Luis Ortiz lebih cepat saat keduanya bertemu dalam duel ulang (rematch) tinju dunia di MGM Arena, Nevada, Amerika, Ahad WIB, 24 November 2019.

    Wilder, petinju Amerika berusia 34 tahun, akan mempertahankan gelar juara kelas berat WBC dalam pertarungan ini. Ia sebelumnya sudah pernah mengalahkan Ortiz, petinju Kuba berusia 40 tahun, yang kembali jadi penantangnya. Ia menang TKO pada ronde ke-10 saat bertemu di New York pada 3 Maret 2018.

    Kini, ia berharap bisa menang KO lebih cepat. "Tugas saya adalah menghadirkan rasa sakit sebanyak mungkin, dan saya menyukainya," kata Wilder. "Kali ini saya melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan pada pertemuan pertama. Mungkin dengan lebih bersih. Saya ingin menggunakan lebih banyak jab. Jadi ketika saya memukulnya dengan tangan kanan, ia akan jatuh lebih awal."

    Dalam pertemuan pertama lalu, Wilder mengaku bermain dengan melawan flu. Namun, di ring ia tampak perkasa dan mendikte lawannya.

    "Tentu saja tujuan saya adalah untuk bisa membuat KO lawan dengan cara sensasional," kata Wilder, "Itu akan jadi pertarungan luar biasa, tentu saja. Orang akan merasa puas mengeluarkan uangnya. Mereka sudah memiliki gambaran apa yang akan terjadi kali ini."

    Wilder memiliki catatan kemenangan KO yang cukup menakutkan. Dari 41 kemenangan yang diraihnya, ia 40 kali menang KO. Ia juga pernah sekali ditahan seri lawannya, yakni oleh Tyson Fury.

    Luis Ortiz sendiri hanya bisa menang KO 26 kali dari 31 kemenangan. Ia juga pernah sekali kalah dan dua kali no contest (tanpa pemenang) dalam pertarungannya. Ia sebelumnya pernah menjadi juara WBA Inter-Continental.

    BOXINGNEWS 24 | BOXING SCENE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.