Kompetisi Liga Brasil Dihentikan untuk Cegah Tersebarnya Corona

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain klub Liga Brasil, Gremio, memasuki lapangan dengan mengenakan masker sebagai aksi protes kompetisi tetap dimainkan di tengah kekhawatiran pandemi global COVID-19, menjelang laga melawan Sao Luiz di Stadion Arena do Gremio, Porto Alegre, Brazil, Minggu (15 Maret 2020) waktu setempat. (REUTERS/Diego Vara)

    Para pemain klub Liga Brasil, Gremio, memasuki lapangan dengan mengenakan masker sebagai aksi protes kompetisi tetap dimainkan di tengah kekhawatiran pandemi global COVID-19, menjelang laga melawan Sao Luiz di Stadion Arena do Gremio, Porto Alegre, Brazil, Minggu (15 Maret 2020) waktu setempat. (REUTERS/Diego Vara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Konfederasi sepak bola Brasil (CBF) menghentikan semua pertandingan sepak bola karena pandemi virus corona.

    CBF sebelumnya sempat memilih opsi penangguhan sebagian, dengan memerintahkan memainkan laga di stadion tanpa penonton di dua kota terbesar negara itu, Sao Paulo dan Rio de Janeiro, pada Jumat, 13 Maret 2020.

    Namun, akhirnya mereka mengikuti langkah dari liga-liga dunia lainnya, untuk menghentikan sementara liga karena kekhawatiran wabah virus corona. Musim liga tahun ini akan digelar kembali hingga ada pemberitahuan selanjutnya.

    "Kami sadar dan menerima tanggung jawab yang dimiliki dunia sepak bola dalam memerangi penyebaran COVID-19 di Brazil," kata presiden CBF Rogerio Cabolco dalam pernyataan resmi seperti dikutip AFP, Minggu, 15 Maret 2020.

    "CBF akan tetap menjaga komunikasi dengan menteri kesehatan, bekerja sama untuk membantu negara dan olah raga ini mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi ini."

    Sejumlah pertandingan utama telah dimainkan tanpa penonton akhir pekan lalu dalam pertandingan Liga Brasil, termasuk derbi Sao Paulo-Santos.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.