Olimpiade 2016, Maria Londa Sempat Terserang Demam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, usai berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Maria merupakan atlet nasional peraih medali emas di Asian Games 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    Atlet Lompat Jauh asal Bali, Maria Natalia Londa, usai berlatih jelang Olimpiade 2016 di Pantai Legian, Bali, 28 Januari 2016. Maria merupakan atlet nasional peraih medali emas di Asian Games 2014. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Maria Londa, atlet lompat jauh Indonesia yang akan turun pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, 5-21 Agustus, sempat terserang demam. Kondisinya diduga akibat perbedaan waktu dan perubahan cuaca Brasil dengan Indonesia sehingga mempengaruhi proses latihan.

    Berdasarkan data dari tim media kontingen Indonesia yang diterima di Jakarta, Rabu malam, atlet asal Denpasar, Bali itu mengalami demam sejak Sabtu malam, 2 Agustus, waktu setempat. Namun kondisinya saat ini mulai membaik.

    Pelatih Maria Londa, Ketut Pageh, mengatakan kesehatan anak asuhnya sempat memburuk pada latihan sore. Bahkan pihaknya ingin menghentikan latihan. Namun Maria tetap dalam pendiriannya dan terus berlatih.

    Peraih emas Asian Games 2014 dan SEA Games 2015 ini, setelah menjalani latihan dan kembali ke perkampungan atlet, langsung mendapatkan perawatan dari dokter tim. Setelah istirahat yang cukup, kesehatan Maria Londa berangsur membaik.

    "Butuh dua hari untuk recovery (pulih), tapi kami memang harus memaksakan untuk memulai latihan," kata Ketut Pageh.

    Persiapan Maria Londa untuk menghadapi Olimpiade 2016 memang cukup berliku. Meski menjadi atlet Indonesia pertama yang lolos ke kejuaraan empat tahunan itu, atlet berusia 25 tahun ini sempat terkendala fasilitas pendukung untuk latihan.

    Fasilitas latihan yang sesuai dengan standar baru bisa dinikmati beberapa bulan sebelum bertolak ke Negeri Samba itu. Meski demikian, rasa optimistis dan percaya diri terus ditanamkan oleh sang pelatih kepada Maria Londa.

    "Kondisi kami makin dipersulit karena kami mengalami keterlambatan selama enam bulan terkait fasilitas latihan, sehingga Maria masih dalam proses mengembalikan prestasi terbaiknya. Tapi saya sudah menanamkan kepercayaan diri kepada Maria. Kami akan memberikan yang terbaik dan tidak ada kata kalah sebelum bertanding," kata Pageh, menjelaskan.

    Sementara itu, atlet lari 100 meter Indonesia, Sudirman Hadi, saat ini berada dalam kondisi yang baik. Meski masih mengalami sedikit jetlag, atlet asal Nusa Tenggara Barat itu sudah bisa berlatih dengan baik sesuai dengan program yang diberikan.

    "Pada latihan pertama, Sudirman sudah bisa mencatat waktu 3,65 detik dari starting block hingga 30 meter. Waktu terbaiknya untuk 30 meter adalah 3,58 detik," kata sang pelatih Agustinus Ngamel.

    Demi meraih hasil terbaik, atlet berusia 20 tahun itu terus digembleng latihan. Meski persaingan bakal ketat, minimal Sudirman Hadi diharapkan mampu memperbaiki catatan waktu terbaiknya.

    "Saya berharap Sudirman bisa menembus 10,41 detik. Saya kira dia bisa melakukannya. Saat ini, dia dalam kondisi yang bagus dan dia terlihat sangat menikmati suasana," kata Agustinus.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.