Minggu, 24 Juni 2018

Ketua Jakmania Bicara Beda Sikap Anies dan Ahok Soal Persija

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    Foto kombinasi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Anies Baswedan. Tempo/Dhemas Reviyanto-Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum The Jakmania Ferry Indrasjarief menilai ada perbedaan mencolok antara Gubernur Jakarta saat ini, Anies Baswedan, dan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dalam hal perhatian pada Persija Jakarta.

    Ferry, yang juga salah satu pendiri Jakmania, menyatakan Anies  memiliki tingkat perhatian lebih kepada Persija dibanding Ahok. Meski saat menjabat Ahok sempat dikabarkan ingin membeli Persija melalui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat keadaan klub sedang terpuruk, menurut Ferry, langkah untuk menyelamatkan Persija itu dinilai tidak terlalu serius.

    Baca: Jakmania Kerap Berulah, Ketuanya Bicara Soal Etika dan Rojali

    "Gue enggak tahu itu kebenarannya (Ahok ingin membeli Persija melalui Pemprov DKI) bagaimana. Karena, kalau gue baca di koran, nadanya, kok, Ahok selalu ngejelek-jelekin Persija, The Jakmania, dan lain-lain," kata pria yang akrab disapa Bung Ferry itu kepada Tempo pada Senin pekan lalu.

    "Jadi gue pikir ini orang serius atau enggak, sih, mau membenahi Persija? Ah, kalo gue bilang, enggak serius, nih, orang. Cuman ngomong doang."

    Ferry menilai tingkat perhatian Ahok kepada Persija juga sangat minim. Saat menjabat, Ahok tidak pernah sekali pun kedapatan menonton Persija berlaga. Hal itu, kata dia, bertolak belakang dengan sikap Anies.

    Baca: Ketua Jakmania Jelaskan Perusakan GBK di Final Piala Presiden

    "Kalau gubernur yang sekarang (Anies), paling enggak, dia ada perhatian, lah. Dengan dia nonton, gairah warga Jakarta untuk bisa memiliki Persija bisa makin terasa," ujarnya.

    Dalam laga final Piala Presiden 2018 antara Persija Jakarta dan Bali United pada pertengahan Februari lalu, Anies memang menonton laga tersebut mendampingi Presiden Joko Widodo. Dalam laga itu, Anies terlihat menggunakan jersey Persija.

    Meski demikian, Ferry menilai kontribusi riil kepemimpinan Anies kepada Persija Jakarta hingga saat ini masih belum terlihat. Hal itu, kata dia, terlihat dari belum adanya fasilitas dari pemerintah DKI, yang bisa mendukung segala kebutuhan Persija Jakarta.

    "Untuk mes atlet dan tempat latihan aja kita masih belum ada. Kita masih pakai yang di Halim (Lapangan Sutasoma Halim, tempat latihan milik Persija bekerja sama dengan pengelola kompleks Halim Perdanakusuma, Jakarta)," ucapnya.

    Baca: Ketua Jakmania Bicara Beda Hubungan dengan Bonek dan Bobotoh

    Dalam kampanye untuk menjadi Gubernur DKI, Anies sempat melemparkan janji mengenai pembangunan stadion bagi Persija Jakarta. Janji itu pun sempat ditagih para Jakmania saat melakukan konvoi kemenangan Persija dalam ajang Piala Presiden pada 18 Februari lalu. "Stadion, stadion, stadion, stadion," kata ribuan The Jakmania, yang kala itu memadati Balai Kota.

    Menanggapi tagihan itu, Anies belum bisa memberikan jawaban yang pasti. "Saya tegaskan kemarin bahwa kami tidak akan melakukan pengumuman apa pun sampai semua rencana matang. Jadi kita matangkan rencana. Kita tidak ingin mengungkapkan janji-janji teknis detail sebelum rencana kerja kita matang siap. Kami ingin ini jadi kenyataan, bukan hanya mendapat tepuk tangan. Itu salah satu janji kami," tutur Anies.

    Meski belum memberikan kontribusi riil, Ferry menilai tingkat perhatian Anies Baswedan kepada Persija sudah patut diapresiasi. "Minimal jangan ngata-ngatain dulu, deh. Jangan jelek-jelekin dulu. Minimal perhatian," ujarnya. "Ketika kita diterima di Balai Kota, dia (Anies) menerima The Jak sampai bisa akrab. Itu adalah bentuk kalau dia mau merhatiin Persija."

    ERLANGGA DEWANTO


     

     

    Lihat Juga

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.