F1: Lewis Hamilton Digosipkan Pacari Model Berdarah Indonesia

Reporter:
Editor:

Ariandono

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lewis Hamilton bersama Cindy Kimberly, model asal Belanda berdarah Indonesia yang digosipkan sebagai pacar barunya, di Barcelona pada Senin 23 April 2019. (MGG Photo/Backgrid)

    Lewis Hamilton bersama Cindy Kimberly, model asal Belanda berdarah Indonesia yang digosipkan sebagai pacar barunya, di Barcelona pada Senin 23 April 2019. (MGG Photo/Backgrid)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang seri ke-4 Formula 1 2019 di GP Azerbaijan pada akhir pekan ini, juara bertahan Lewis Hamilton digosipkan punya pacar baru. Perempuan tersebut bernama Cindy Kimberly, model asal Belanda.

    Kimberly dalam akun instagramnya yang punya 2,9 juta pengikut pernah mengaku punya darah Indonesia. Saking terkenalnya sebagai selebgram, kini Kimberly bisa berkarier sebagai model di Spanyol.

    Baca: Formula 1: Lewis Hamilton dan Bottas Kuasai GP Cina

    Namun gadis berusia 20 tahun yang pernah pula dikabarkan dekat dengan Justin Beiber, menyangkal bahwa dia saat ini berpacaran dengan Hamilton.

    “Saat ini saya dan Lewis hanya berteman. Saya bukan milik siapa-siapa, walaupun bukan tidak mungkin awalnya teman terus menjadi pacar. Pastinya saat ini 70 persen hati saya adalah milik ibu dan kucing saya,” ujar Kimberly.

    Baca: Juarai Formula 1 GP Cina, Ini Kunci Kemenangan Lewis Hamilton

    Gosip soal hubungan Hamilton (34 tahun) dengan Kimberly berawal dari bocornya info bahwa mereka berduaan di Barcelona selama tiga hari. Foto Hamilton bersama Kimberly bisa dijepret saat mereka tiba di Barcelona menggunakan jet pribadi sang pembalap F1 tersebut pada 23 April.

    Lewis Hamilton sebelum ini lama diketahui lama berpacaran dengan penyanyi Nicole Scherzinger sejak 2007, dalam hubungan yang putus sambung hingga benar-benar bubar pada 2015.

    THE SUN | EUROPA PRESS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.