Petinju Inggris Ini Kehilangan Ayah dan Nenek karena Virus Corona

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anthony Yarde melepaskan pukulan ke arah Sergey Kovalev dalam laga tinju dunia perebutan gelar kelas berat ringan WBO di Chelyabinsk, Rusia pada Sabtu 24 Agustus 2019. (foto: mirror.co.uk)

    Anthony Yarde melepaskan pukulan ke arah Sergey Kovalev dalam laga tinju dunia perebutan gelar kelas berat ringan WBO di Chelyabinsk, Rusia pada Sabtu 24 Agustus 2019. (foto: mirror.co.uk)

    TEMPO.CO, JakartaAnthony Yarde, petinju kelas berat ringan asal Inggris, secara beruntun kehilangan dua anggota keluarganya karena virus Corona.

    Ayahnya meninggal pada 27 Maret 2020 setelah berjuang mengalahkan virus corona. Sedangkan neneknya, yang juga tertular virus sama, berpulang pada 2 April 2026.

    Petinju 28 tahun itu mengabarkan berita duka itu lewat akun instagramnya, Jumat. "Kami sekarang kehilangan Nanna karena virus ini. Ayah dan ibunya sudah pergi hanya berselang beberapa hari."

    Ia pun menyerukan agar masyarakat tinggal di rumah. "Ini serius! Orang tak perlu keluar rumah kalau tidak perlu. Saya tahu ada banyak pendapat tentang Covid-19 dan saya punya pendapat saya, tetapi saya tahu apapun pendapat tidak layak untuk mempertaruhkan hidup Anda dan orang lain."

    Ia mengakhiri pernyataannya dengan, "RIP Ayah 27.3.20. RIP Nana 2.4.20. Hati saya untuk semua orang yang telah menderita dengan cara yang berbeda."

    Yarde memiliki rekor 19-1 (18 KO). Ia awalnya dijadwalkan melawan Lyndon Arthur pada 11 April, namun duelnya dibatalkan karena pandemi virus corona. Di Inggris saat ini ada ada sekitar 3.600 yang meninggal karena virus tersebut.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.