Analisis MMA: Pantaskah Khabib Nurmagomedov Menyandang Label GOAT?

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khabib Nurmagomedov. REUTERS/Christopher Pike

    Khabib Nurmagomedov. REUTERS/Christopher Pike

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan ini jagad MMA dihebohkan pensiunnya bintang asal Rusia, Khabib Nurmagomedov. Ia meninggalkan gelanggang dengan rekor tak terkalahkan dan langsung dinobatkan sebagai petarung terbaik (pound for pound) UFC. Soal label terhebat sepanjang masa (GOAT/Greatest of All Time)  masih kontroversil.

    Khabib mempertahankan gelar dunia kelas ringan UFC 254 dalam laga Fight Island, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 25 Oktober 2020, dengan mengalahkan Justin Gaethje. Ia secara mengejutkan langsung menyatakan pensiun.

    Sukses mengalahkan Justin The Highlight Gaethje, Khabib mencatat rekor sempurna 29 kali menang tanpa kalah atau imbang. Catatan lain, petarung berusia 32 asal Dagestan, Rusia itu kini mencatat ekor kemenangan beruntun terlama di UFC.

    Selain menyatakan pensiun, petarung seni bela diri campuran (mixed martial arts/MMA) berjuluk The Eagle itu meminta satu hal kepada UFC yaitu agar menjadikan ia sebagai ranking terbaik pound for pound.

    Makna pound for pound, yakni tanpa melihat berat badan petarung atau berat badan dianggap sama untuk semua kelas kemudian ditetapkan yang terbaik di antara mereka. Dengan kata lain, apabila mereka dikumpul semua, maka Khabib yang terbaik.

    Baca Juga: 7 Fakta Menarik Khabib Murmagomedov

    Namun, Jon Jones, petarung UFC yang kini pindah ke kelas berat tidak terima ranking pound for pound diminta Khabib Nurmagomedov. Ia merasa lebih hebat dari petarung Dagestan itu berdasarkan penilaiannya sendiri.

    Ia lupa bahwa wajah Khabib tidak pernah bonyok seperti dirinya saat bertanding. Petarung berusia 32 tahun itu tidak pernah menang kontroversi seperti dirinya, tidak pernah didiskualifikasi karena berlaku curang melanggar aturan permainan serta doping seperti Jones.

    Pada 8 Februari lalu, Jones mengalahkan Dominick Reyes untuk tetap menjaga statusnya sebagai juara dunia dengan keputusan kontroversi, banyak yang berpendapat bahwa harusnya Reyes yang menang.

    Selain itu, rekor Jones sempat ternoda. Bertarung 28 kali, dia mencatat 26 menang, 1 kalah, dan 1 no contest. Satu-satunya kekalahan Jones terjadi 5 Desember 2009 ketika dia didiskualifikasi karena melakukan sikutan ilegal melawan Matt Hamill.

    Ia menggunakan sikut vertikal yang sangat membahayakan bola mata lawan.

    Sementara itu, ketika menghadapi Daniel Cormier pada UFC 214, 29 Juli 2017, Jones dianggap tidak pernah bertarung alias no contest karena positif menggunakan zat terlarang berjenis turinabol.

    Tak butuh waktu lama, UFC menganugerahkan Khabib Nurmagomedov peringkat terbaik pound for pound.

    Selanjutnya: Khabib Mementahkan Prediksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.