Oleksandr Usyk: Anthony Joshua Kemenangan Terbesar Saya, Bukan Tersulit

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, JakartaOleksandr Usyk mengungkapkan keinginannya untuk menyatukan keempat sabuk tinju kelas berat setelah pertandingan ulangnya dengan Anthony Joshua terjadi. Ia ingin mengadakan duel kedua tersebut di Ukraina.

    Usyk kini telah memenangkan tujuh sabuk gelar dunia, masing-masing diambil dari juara bertahan tinju di negara asalnya. Karena tidak pernah bertinju di Ukraina sebagai seorang juara dunia, Usyk ingin pertarungan melawan Joshua berlangsung sebagai laga kandangnya.

    Bahkan, ia sudah menyebutkan Stadion Olimpiyskiy, stadion sepak bola nasional di Kiev, sebagai tempat yang layak untuk menjadi arena pertarungan. “Selama kami memiliki klausul pertandingan ulang dalam kontrak kami, maka AJ adalah lawan saya berikutnya,” kata Usyk dikutip dari Boxing Scene.

    “Dia adalah pejuang dan petarung sejati dan dia akan meningkatkan keterampilannya. Saya tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah dia akan mengambil pertandingan ulang atau tidak, tetapi saya pikir dia mungkin akan melakukannya. Saya akan senang untuk mengadakan pertandingan ulang di Stadion Olimpiyskiy di Kiev," kata petinju berusia 34 tahun itu.

    Usyk memenangkan gelar tinju dunia kelas berat WBA, WBO, IBO dan IBF setelah mengalahkan Anthony Joshua di London, kota yang sama ketika mengklaim kejayaan Olimpiade pada tahun 2012. Meskipun menang besar, ia masih menempatkan medali emas Olimpiade sebagai pencapaian tertinggi dalam kariernya.

    "Ya, London adalah kota keberuntungan bagi saya, tetapi tidak ada satu pun kemenangan sebagai seorang profesional yang bisa melebihi emas Olimpiade. Pertarungan dengan Joshua adalah kemenangan terbesar saya, tetapi itu bukan yang tersulit," kata Usyk.

    Meskipun tidak akan ada upaya untuk menghindari pertandingan ulang Joshua, mantan juara kelas jelajah dunia yang tak terbantahkan itu mengatakan itu adalah niatnya untuk menjadi juara kelas berat yang tak terbantahkan.

    “Saya ingin mengambil keempat sabuk itu. Namun, saya ingin mengantar anak-anak saya ke sekolah terlebih dulu, saya ingin menanam lebih banyak pohon, saya telah menghabiskan tiga bulan di kamp pelatihan, saya berharap saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu dengan istri. Saya ingin hidup," ujar Oleksandr Usyk.

    Baca juga : 8 Fakta Menarik Soal Oleksandr Usyk, Juara Baru Tinju Kelas Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.