Selasa, 11 Desember 2018

Bulutangkis Diharapkan Menjaga Tradisi Emas di Guangzhou

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Bulutangkis diharapkan menjaga tradisi emas pada Asian Games XVI Guangzhou, Cina, yang bakal dimulai Jumat (12/11) nanti. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Yakob Rusdianto menyatakan pihaknya berharap bisa menyumbangkan setidaknya satu medali emas dari Guangzhou nanti. 

    “Selama ini kita selalu menyumbangkan satu medali emas, jadi kami tetap berupaya untuk meraih satu medali emas,” katanya awal pekan lalu saat ditemui di Gedung KONI/KOI.

    Untuk mewujudkan harapan itu, cabang bulutangkis tentu harus berjuang menghadapi dominasi Cina. Salah satu unggulan di tunggal putra asal Cina, Lin Dan bahkan merelakan beberapa seri turnamen Super Series demi persiapan menjelang pesta olahraga terbesar di Asia itu. Sementara, untuk tunggal putra, Indonesia sangat berharap pada trio tunggal putra Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, serta Simon Santoso.

    Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo menyatakan bahwa salah satu pemain tunggal putra yang bisa diharapkan adalah Taufik Hidayat. “Apalagi dia baru saja menjadi juara di turnamen Super Series, Prancis Terbuka. Mudah-mudahan itu bisa memotivasi dia (Taufik) untuk meraih emas,” kata Rita. Taufik menjadi satu-satunya penyumbang medali emas dari cabang bulutangkis pada Asian Games doha, Qatar.

    Namun, perjalanan Taufik bukanlah perjalanan yang mudah untuk meraih medali emas. Besar kemungkinan Taufik bakal dihadang para penghuni tiga besar dunia, seperti Lee Chong wei asal Malaysia serta tunggal putra tuan rumah Lin Dan. Perjalanan Taufik pada dua turnamen super series terakhir, Denmark Terbuka serta Prancis Terbuka itu pun terasa begitu mudah karena dia tidak bertemu dengan dua musuh bebuyutannya itu.

    Selain berharap di tunggal putra, Indonesia juga menumpukan harapan pada pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan yang empat tahun lalu menyumbangkan medali perunggu di Doha, Qatar. Harapan lainnya mungkin bisa diberikan dari pasangan Alvent Yulianto/Muhammad Ahsan yang dipasangkan khusus untuk berlaga di even ini. Alvent pernah menjadi penyumbang medali perak di Doha saat berpasangan dengan Luluk Hadiyanto.

    Selain itu, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga diusung untuk menciptakan kejutan saat berlaga di Guangzhou nanti. Yakob menyatakan bahwa pasangan baru ini diharapkan bisa meraih prestasi tertinggi di sana. “Kami tentu tidak memberikan tekanan pada mereka. Setidaknya mereka memiliki keuntungan, belum banyak yang mengetahui kekuatan mereka. Itu bisa dimanfaatkan,” katanya. Tontowi/Ahmad juga didampingi pasangan muda Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet.

    Secara keseluruhan, bulutangkis bakal diwakili oleh 20 atlet yang bakal berlaga baik di nomor beregu maupun perorangan. Selain nama-nama yang telah disebutkan, Indonesia menurunkan atletnya di sektor putri. Pada tunggal putra, ada Ardiyanti Firdasari yang bakal ditemani para atlet muda seperti Maria Febe Kusumastuti, Aprilia Yuswandari, dan Linda Weni Fanetri. Di ganda putri ada Shendy Puspa Irawati, Meiliana Jauhari, Greysia Polii, dan Nitya Krishinda Maheswari. Selain itu, Dionysius Hayom Rumbaka juga akan memperkuat tunggal putra.

    EZTHER LASTANIA
     


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.