Nadal Masih Berbahaya Bagi Siapa Pun di Wimbledon  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Nadal mengembalikan pukulan lawannya Thomaz Bellucci pada pertandingan babak pertama Turnamen Tenis Wimbledon di London, 30 Juni 2015. Nadal berhasil kalahkan Bellucci dengan tiga set 6-4, 6-2, 6-4.  AP/Kirsty Wigglesworth

    Rafael Nadal mengembalikan pukulan lawannya Thomaz Bellucci pada pertandingan babak pertama Turnamen Tenis Wimbledon di London, 30 Juni 2015. Nadal berhasil kalahkan Bellucci dengan tiga set 6-4, 6-2, 6-4. AP/Kirsty Wigglesworth

    TEMPO.COLondon - Rafael Nadal menyampaikam pesan kepada semua calon lawannya agar berhitung menghadapinya meskipun ia ditempatkan hanya sebagai unggulan kesepuluh turnamen Grand Slam Wimbledon 2015. Petenis Spanyol yang dijuluki raja lapangan tanah liat ini tampil bertenaga menyisihkan lawannya dari Brasil, Thomaz Bellucci, 6-4, 6-2, 6-4 pada babak pertama Selasa, 30 Juni 2015.

    Juara Wimbledon dua kali (2008 dan 2010) ini tampil bersemangat di bawah cuaca panas Wimbledon dengan sinar matahari cukup menyengat.  Ia terlihat menikmati pertandingan di Lapangan Satu itu. Mengandalkan kekuatan fisik dan determinasi, Nadal tampil agresif dan tidak memberi banyak kesempatan Belluci mengembangkan permainannya.

    Kemenangan ini merupakan hasil yang  bagus mengingat ia sempat langsung terdepak pada babak pertama turnamen pemanasan di Queens. Ia sempat menjuarai turnamen kurang begitu bergengsi di lapangan rumput  Stuttgart, Jerman.

    Kalau perjalanan Nadal di Wimbledon ini berlangsung mulus, maka di babak perempat final ia kemungkinan akan bertemu Andy Murray (Inggris) atau Roger Federer (Swiss). Kalau sepak terjangnya belum juga terhenti ia diperkirakan bertemu unggulan pertama dari Serbia, Novak Djokovic, di babak final.

    Turnamen Grand Slam Wimbledon ini berlangsung di lapangan rumput dengan karakter memantulkan bola lebih cepat ketimbang di lapangan keras atau tanah liat. Karena itu pemain yang memiliki servis keras dapat mengandalkannya sebagai senjata mematikan. Sebab itu pula permainan service net menjadi andalan pada turnamen ini.

    REUTERS | ATP | AGUS BAHARUDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?