Tinju Dunia: Begini Kata Usyk Setelah Jadi Juara Dunia dengan Mengalahkan Joshua

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oleksandr Usyk menjadi juara kelas berat setelah mengalahkan Anthony Joshua di London, Inggris, 25 September 2021. Reuters/Andrew Couldridge

    Oleksandr Usyk menjadi juara kelas berat setelah mengalahkan Anthony Joshua di London, Inggris, 25 September 2021. Reuters/Andrew Couldridge

    TEMPO.CO, Jakarta - Petinju Ukraina Oleksandr Usyk berhasil merebut gelar juara tinju dunia kelas berat WBA, WBO, IBF, dan IBO. Ia menang angka mutlak atas Anthony Joshua, asal Inggris, dalam di Stadion Tottenham Hotspur, Ahad dinihari WIB, 25 September 2021.

    Mantan juara sejati kelas penjelajah itu tampil mengesankan di hadapan 67 ribu penonton. Petinju 34 tahun itu mendominasi lawannya yang berusia 31 tahun.

    Oleksandr Usyk, yang kalah dalam hal tinggi badan, berat, dan jangkauan, mampu melepaskan pukulan-pukulan yang mendarat lebih telak ketimbang Joshua. Dominasinya terlihat jelas di ronde ke-12 saat dia tampil agresif berusaha mengeja kemenangan KO.

    Joshua tetap bertahan hingga akhir ronde itu. Tapi, ia harus kehilangan empat sabuk gelarnya karena juri memberi skor kemenangan mutlak untuk Usyk: 117-112, 116-112, 115-113.

    Usyk adalah mantan juara Olimpiade dan baru menjalani pertarungan kelas berat profesional ketiganya. Ia mengikuti jejak rekan senegaranya Wladimir dan Vitali Klitschko yang mendominasi kelas berat dalam kurun 2004 - 2015.

    Dia juga hanya juara dunia kelas penjelajah ketiga yang meningkatkan berat badan dan menjadi juara dunia kelas berat setelah Evander Holyfield dan David Haye.

    “Ini sangat berarti bagi saya," kata Usyk setelah pertarungan itu, seperti dikutip Reuters. "Pertarungan berjalan seperti yang saya harapkan. Ada saat-saat ketika Anthony mendorong saya dengan keras, tetapi tidak ada yang istimewa.”

    "Saya tidak punya tujuan untuk menjatuhkannya karena sudut (pelatih) saya mendorong saya untuk tidak melakukannya. Pada awalnya, saya mencoba memukulnya dengan keras tetapi kemudian saya tetap pada pekerjaan saya."

    “Saya telah bekerja sangat keras sejak Januari untuk persiapan pertarungan ini. Butuh waktu setengah tahun dan saya tidak melihat keluarga saya begitu lama."

    Apakah sudah memikirkan soal tarung ulang? "Saya merindukan anak-anak saya dan melihat mereka bermain. Saya ingin pulang dan melihat keluarga saya, dan saya tidak memikirkan pertandingan ulang saat ini."

    "Kamu belum melihat Usyk yang terbaik, saya bisa menjadi jauh lebih baik lagi."

    Bagi Anthony Joshua, kekalahan ini merupakan kedua dalam kariernya di ring tinju dunia. Kekalahan itu merupakan pukulan telak dan menghancurkan harapannya untuk pertarungan unifikasi gelar dengan petinju Inggris lainnya, Tyson Fury, pemegang gelar WBC. Fury akan mempertahankan gelarnya saat menghadapi petenis Amerika Deontay Wilder di Las Vegas pada 9 Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.