Sprinter Kembar, Rico dan Rici, Incar Emas ASEAN School Games

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua atlet kembar dari cabang olahraga atletik Adith Rico Pradana dan Adith Rici Pradana atau biasa disapa Rico dan Rici. (antaranews.com)

    Dua atlet kembar dari cabang olahraga atletik Adith Rico Pradana dan Adith Rici Pradana atau biasa disapa Rico dan Rici. (antaranews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua atlet kembar dari cabang olahraga atletik, Adith Rico Pradana dan Adith Rici Pradana, mengaku siap menghadapi ASEAN School Games ke-11 yang akan diselenggarakan pada 17 hingga 25 Juli 2019 di Semarang, Jawa Tengah. Keduanya optimistis mampu meraih medali emas dalam nomor pertandingan lari sprint 100 meter putra.

    “Soal target, kami yakin bisa mendapatkan medali emas karena kami sudah latihan keras, seperti yang sudah diatur oleh pelatih kami sejak awal tahun ini sampai sekarang,” kata Rico di Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang Mugas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

    Bagi Rico dan Rici, tahun ini merupakan kali kedua mereka mengikuti perhelatan ASEAN School Games. “Ini merupakan ASEAN School Games kedua bagi kami dan tahun ini kami semakin terpacu untuk bisa membawa pulang medali emas, karena tahun 2018 lalu kami tidak berhasil mendapatkan medali,” ujar Rico.

    Dalam ajang ASEAN School Games 2019, pelari kembar yang kini berusia 18 tahun itu juga mengaku yakin akan mencatatkan rekor baru pribadi masing-masing pada nomor lari sprint 100 meter putra. Sebelumnya, catatan waktu Rico adalah 10.57 detik, sedangkan Rici 10.85 detik.

    Usai perhelatan ASEAN School Games 2019, keduanya mengaku akan sesegera mungkin kembali berlomba. Mereka direncanakan akan menjadi wakil dari Provinsi Jawa Tengah dalam ajang pra-PON di Banten dalam beberapa waktu mendatang.

    “Kami akan menjalani ASEAN School Games 2019 dengan fokus penuh. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik, mencapai hasil maksimal. Kami juga ingin memecahkan rekor pribadi kami dengan catatan waktu yang lebih baik,” tambah Rici.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.