Kimia Alizadeh, Peraih Medali Asal Iran Akan Ikuti Olimpide Sebagai Pengungsi

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kimia Alizadeh. (instagram/@kimiya.alizade)

    Kimia Alizadeh. (instagram/@kimiya.alizade)

    TEMPO.CO, Jakarta -  Satu-satunya atlet wanita peraih medali Olimpiade asal Iran, Kimia Alizadeh, dipastikan mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 dalam status pengungsi setelah mendapat persetujuan dari Pemerintah Jerman.

    Atlet putri peraih medali perunggu taekwondo pada Olimpiade Rio 2016 itu memutuskan hijrah ke Jerman tahun lalu setelah sempat menerima tawaran tinggal dari Belanda, Kanada, Belgia, dan Bulgaria.

    Dia mengatakan alasan keluar dari Iran karena tak tahan dimanfaatkan sebagai alat propaganda negaranya.

    "Taekwondo mengubah hidup saya. Ketika saya mendapat medali, saya adalah atlet pertama di Iran dan setelah itu semua orang mengenal saya, bagi saya itu sangat sulit," tutur Alizadeh dalam laporan Reuters, Rabu.


    Atlet berusia 22 tahun itu kini tinggal di kota Aschaffenburg dan menjalani latihan bersama suaminya. Dalam waktu dekat dia akan mengikuti turnamen kualifikasi Olimpiade tingkat Eropa di Sofia pada Mei.

    Alizadeh akan bergabung dengan Tim Pengungsi Olimpiade yang akan dipilih pada Juni dengan komposisi 55 atlet dari 12 cabang olahraga.

    Serikat Taekwondo Jerman mengaku sudah menghubungi Kementerian Dalam Negeri mengenai status pengungsi Alizadeh musim panas lalu dan menyatakan Alizadeh adalah atlet pengungsi ketiga di Jerman.

    Baca Juga: Jadwal Bulu Tangkis Swiss Open Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Berlaga
    "Sekarang semuanya baik-baik saja. Yang terpenting saya bisa memiliki kehidupan pribadi dan kehidupan olahraga saya secara bersamaan," kata Kimia Alizadeh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.