RIO2016, Ini Penyebab Kegagalan Riau Ega di 16 Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha melihat target saat melawan pemanah Korea Selatan Kim Woo-jin, pada babak eliminasi babak panahan Olimpiade Rio di Sambadrome venue, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Riau Ega Agatha Salsabila, berhasil menyingkirkan calon terkuat peraih medali emas nomor perorangan Olimpiade Rio 2016, Kim Woo-jin. AP/Alessandra Tarantino

    Pemanah Indonesia, Riau Ega Agatha melihat target saat melawan pemanah Korea Selatan Kim Woo-jin, pada babak eliminasi babak panahan Olimpiade Rio di Sambadrome venue, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Riau Ega Agatha Salsabila, berhasil menyingkirkan calon terkuat peraih medali emas nomor perorangan Olimpiade Rio 2016, Kim Woo-jin. AP/Alessandra Tarantino

    TEMPO.CO, Jakarta - Atlet Indonesia Riau Ega Agata Salsabila akhirnya gagal melanjutkan langkahnya ke babak perempat final nomor perorangan putra cabang panahan Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro, Brazil, Jumat, 12 Agustus 2016.

    Atlet asal Jawa Timur itu harus mengakui keunggulan Mauro Nespali dari Italia dengan skor 0-6 dalam pertandingan di bawah cuaca hujan gerimis di arena panahan Sambodromo, Rio de Janeiro.

    BACA: Rio2016: Riau Ega Menang, Pemanah Nomor Satu Dunia Syok
    Aduh, Langkah Riau Ega Terhenti di 16 Besar

    Riau Ega tidak bisa menampilkan performa terbaiknya seperti ketika ia mengalahkan unggulan pertama asal Korea Selatan Kim Woojin pada babak sebelumnya.

    Mauro Nespoli sendiri sebelumnya pada babak pertama perorangan putra ini juga menyingkirkan atlet Indonesia Muhammad Hanif.

    Setelah lomba usai Riau Ega mengakui bahwa ia tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya di bawah cuaca hujan tersebut.

    "Mungkin dari saya sendiri tidak bisa cepat beradaptasi dengan keadaan. Begitu dapat moment untuk menyusul, skornya sudah ketinggalan jauh," kata atlet kelahiran Blitar (Jatim) 25 Oktober 1991 itu.

    Mahasiswa Universitas Narotama Surabaya itu sempat membuat kejutan ketika saat bertanding melawan Kim Woojin pada babak 32 besar. Ketika itu Kim Woojin merupakan andalan Korea Selatan dalam meraih medali emas nomor beregu putra.

    Dua atlet Indonesia lainnya yakni Muhammad Hanif Wijaya dan Hendra Purnama sudah tersisih di babak pertama.

    Pelatih tim panahan Indonesia Denny Trisjanto mengatakan bahwa dalam olahraga panahan ini banyak yang menentukan keberhasilan atlet saat berlomba.

    "Bisa faktor cuaca, faktor mental juga. Yang jelas atlet perlu lebih banyak mendapat pengalaman bertandingan di segala situasi," kata Denny.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.