SEA Games 2019: 15 Pemain Dipanggil untuk Pelatnas Basket

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    Ilustrasi Bola Basket. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih anyar tim nasional bola basket putra Wahyu Widayat Jati memanggil 15 pemain untuk mengikuti seleksi sekaligus pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjelang SEA Games 2019 di Filipina.

    Lewat pengumuman yang disampaikan melalui akun instagram resmi IBL, @iblindonesia, pada Kamis, lebih banyak bermunculan nama baru seperti Mei Joni dan Widyantaputa Teja yang sempat menjadi bagian penting dalam keberhasilan Stapac Jakarta menjuarai IBL 2018-2019 lalu.

    Wahyu mengaku ada kemungkinan lebih banyak pemain yang dipanggil karena seleksi menggunakan sistem promosi dan degradasi untuk menemukan komposisi terbaik.

    "Mungkin nanti akan lebih banyak yang dipanggil tetapi dengan sistem promosi-degradasi," kata Wahyu dalam pernyataan tersebut.

    Wahyu memang lebih banyak memunculkan nama baru dalam pemanggilan awal timnas basket putra kali ini.

    Bahkan, dari dua ajang terakhir yang diikuti Indonesia yakni Asian Games 2018 dan Prakualifikasi FIBA Asia 2021, hanya menyisakan empat nama yakni Arki Dikania Wisnu, Kaleb Ramot Gemilang, Adhi Pratama Putra dan Hardianus Lakudu.

    Berikut 15 nama pemain basket yang dipanggil untuk seleksi pelatnas SEA Games 2019:

    1. Adhi Pratama Putra
    2. Arki Dikania Wisnu
    3. Arif Hidayat
    4. Hardianus Lakudu
    5. Indra Muhammad
    6. Juan Laurent Kokodiputra
    7. Kaleb Ramot Gemilang
    8. Kelvin Sanjaya
    9. Mei Joni
    10. Muhammad Arighi
    11. M. Hardian Wicaksono
    12. M. Reza F. Guntara
    13. M. Rizal Falconi
    14. Widyantaputra Teja
    15. Yanuar Dwi Priasmoro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.